Program 100 Hari Kerja Bupati Bangkalan Menyisakan Sejumlah Persoalan

38

BANGKALAN (Garudanews) – Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, Madura Jawa Timur, R.KH. Abdul Latif Amin Imron-Mohni, masih menyisakan persoalan pada tahap penyaluran dana insentif ke sekitar 8.352 Guru Ngaji dan Guru Madin se-Kabupaten Bangkalan.

Bantuan yang bersumber dari dana APBD sebesar Rp 5,11 Miliar pada Guru Ngaji dan Guru Madrasah Diniyah tersebut merupakan bentuk realisasi dari salah satu janji kampanye.

Pencairan honor untuk tiga bulan pertama sebesar 600 ribu untuk masing-masing guru tersebut Guru Ngaji hanya membawa pulang Rp 400 ribu karena masi ada dana ngendap di bank ditambah potongan dari Pokja terkait.

“Yang tersisa di Buku Tabungan 60 ribu dan 140 ribu dipotong Pokja Madin langsung saat sudah pengambilan ke Bank jadi yang dibawa pulang honor 3 bulan awal ini 400ribu,” tutur salah seorang Guru Ngaji dari Kecamatan Kokop, Rabu (9/1), yang meminta namanya tidak disebutkan.

Selain di Kokop, Salah satu guru Madin di Kecamatan Konang yang meminta namanya untuk tidak ditulis malah mengutarakan hal berbeda yakni dirinya mengaku hingga saat ini belum menerima buku tabungan untuk mencairkan dana insentif dari Pemda untuk mensejahterakan kalangan guru madin tersebut.

“Gimana ada pemotongan seperti halnya info dikonang itu, wong buku tabungannya saja belum dapat, saat tanya ke Diknas jawabannya sudah dipokja masing-masing, Jadi insentif itu hingga saat ini belum kami terima,” Paparnya.

Menanggapi kondisi tersebut Mohni Wakil Bupati Bangkalan menegaskan bahwa pihaknya menginginkan program pemberian insentif pada guru madin dan guru ngaji tersebut berjalan dengan maksimal.

“Pastinya kami B1 & B2 tidak berniat seperti itu,” tutur mantan kepala dinas pendidikan tersebut melalui pesan WhatsApp-nya. (Smsl)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.