Ratusan Warga Rote Tertipu Uang Miliaran Rupiah

0
630
Ilustrasi

ROTE NDAO (Garudanews.id) —- Meski sudah banyak yang menjadi korban tetapi tawaran investasi bodong masih saja marak terjadi di berbagai daerah di Provinsi NTT. Celakanya, banyak yang mengetahui resiko yang bisa saja terjadi, tetapi karena ingin meraih untung besar dalam waktu cepat maka berani bergabung dengan instrument investasi beresiko tinggi.

Praktek investasi yang diduga bodong juga terjadi di Bumi Nusa Lontar, Kabupaten Rote Ndao. Ratusan warga dari beragam profesi dari penjual bensin, pensiunan PNS, pegawai swasta, manajer koperasi kredit sampai para kepala SKPD lingkup Pemkab Rote Ndao dan anggota DPRD bahkan bakal calon bupati Rote Ndao juga telah menjadi korban.

Salah seorang anggota PT.SGI bernama Yulius Serang, yang tinggal di Tondao, Kelurahan Namodale, Kota Ba’a ditemui baru-baru ini mengatakan bahwa dirinya sudah menginvestasikan dana pensiun PNS Guru sebesar 20 juta yang terbagi dalam 2 anggota atas nama dirinya dan seorang anaknya yang masih kuliah dengan harapan setiap bulan mendapatkan bonus keuntungan sebesar 30 persen sebanyak 10 kali.

Lanjutnya, setelah meenginvestasikan uangnya, ia baru mendapatkan 1 kali pengembalian dana dan setiap bulannya ia mengecek di rekening tetapi dana yang dijanjikan tidak juga muncul.

Ia sudah menanyakan kepada pengelola tetapi hanya dijanjikan akan mengecek langsung ke perusahan di Jakarta.

Ia juga mengatakan bahwa hampir sebagian besar warga di lingkungan tempat tinggalnya menginvestasikan dana di PT.SGI.

Terpisah, anggota PT. SGI, Jonas M.Selly yang ditemui  pada Selasa (6/6) malam mengatakan dirinya merasa telah dibohongi oleh PT.SGI padahal sesuai dengan kesepakatan, dirinya dapat harus mendapatkan transfer bonus 30 persen minimal 5 kali ternyata baru transfer sekali sudah berhenti sampai sekarang. Dirinya enggan menyebutkan besarnya dana investasi dana yang telah ia berikan. Dirinya berharap masyarakat jangan mempercayai investasi bodong dari PT.SGI tersebut.

Pengakuan serupa juga disampaikan oleh Erens Sinlaeloe, yang juga adalah Kadis Peternakan Rote Ndao. Erens menyampaikan saat investasi awal dirinya menabung sebagai anggota sebesar 30 juta. Kendati demikian, ia sesuai pengakuannya ia sudah mendapatkan pengembalian keuntungan.

Lanjut Erens, dirinya sudah secara langsung mendatangi Kantor SGI di Sudirman Jakarta ternyata tidak ada PT.SGI. Bahkan para pekerja disitu juga bingung. Oleh karena itu dirinya merasa telah ditipu oleh investasi bodong PT.SGI.

Menurut Erens, setelah dirinya masuk sebagai anggota, banyak para kepala SKPD yang mengikuti jejaknya menginvestasikan dananya di PT.SGI.

Administrator PT.SGI Kabupaten Rote Ndao, Jemy Octavianus yang dihubungi HN via telfon pada Rabu (7/6) malam mengatakan, dirinya bukanlah penanggung jawab langsung di Rote Ndao, pihak yang ditunjuk sebagai penanggung jawab utama saat pertama kali hadir di Kabupaten Rote Ndao yakni Mikael Pah. Seiring berjalannya waktu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa penanggungjawab atau kordinator digantikan dengan Elen Manubulu yang tinggal di Kecamatan Pantai Baru.

Pria yang akrab disapa Adi Oktavianus ini mengatakan, sebagai Admin dirinya hanya bertanggung jawab pada saat menerima pendaftaran, kemudian mengecek perkembangan anggota,  perjalanan waktu perputaran modal anggota di Pasar SGI, mengajukan penarikan koin untuk dimasukkan ke rekening anggota masing – masing dan juga menyampaikan bonus yang sudah ditranfer.

Lanjut Adi, anggota yang aktif secara keseluruhan dirinya belum bisa memastikan karena ia baru aktif sebagai Admin pada November 2016. Ia menyampaikan anggota yang ia tangani sejumlah 200 anggota dengan perkiraan investasi yang sudah diberikan anggota kepada SGI sebesar 800 juta. Ia juga menyampaikan, keanggotaan PT.SGI seluruh Indonesia diperkirakan ada 6.000 orang, dari jumlah tersebut sebanyak 4.000 anggota ada di NTT yang tersebar di Kabupaten TTS, Kota Kupang dan Kab.Rote Ndao. ( Dance/hnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here