Rawan Penimbunan, Distribusi Gula Perlu Diawasi Seperti Pupuk

0
300
Foto: Ilustrasi/dok.garudanews

SEMARANG (Garudanews.id) – Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pasar dan Usaha Kecil Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Arif Haryono mengakui bahwa pihaknya belum mengetahui kasus dugaan penimbunan gula yang berhasil digrebek oleh pihak kepilisian. Menurutnya, perdagangan gula lebih bebas dibandingkan pupuk yang harus mendapat pengawasan.

“Untuk kasus ini memang kami belum tahu. Ini baru yang pertama (penimbunan gula). Kita juga terus melakukan pemantauan sembako termasuk gula di Jateng. Biasanya kita berjalan bersama Dinas Perkebunan, lalu Biro Perekonomian Provinsi,” katanya yang turut hadir konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (23/5).

Sebelumnya polisi berhasil mengamankan puluhan ton gula kristal yang disembunyikan dalam gudang kayu lapis di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Gula bernilai ratusan juta rupiah itu diduga akan diedarkan menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

“Hari ini kita panggil beberapa saksi terkait hal ini. Menurut informasi gula itu diperoleh dari pabrik gula di Blora,” ujar Kabid Humas Polda Jateng

Adanya praktek haram tersebut barhasil diungkap olah Ditreskrimsus Polda Jateng . Pihaknya berhasil membongkar dugaan penimbunan gula kristal yang disembunyikan dalam sebuah gudang kayu lapis di Kendal. Sebanyak 39 ton gula yang dikemas dalam karung 50 kilogram diamankan sebagai barang bukti. (ntm/man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here