Rebusan Pembalut Wanita Jadi Mudus Baru Nge-Fly di Bekasi

0
123
Foto: Ist

BANDUNG (Garudanews.id) Tak ada rotan kayu pun jadi, begitulah pepatah lama mengatakan. Namun sayangnya istilah tersebut tidak dimanfaatkan dengan kreatifitas yang positif.

Bagaimana tidak, berdasarkan catatan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat, Brigjen Sufyan Syarif, Konsumsi minuman air rebusan pembalut wanita di wilayah tersebut dinilai sudah mengkhawatirkan.

Menurut pantauan dia, daerah perbatasan Jawa Barat dengan Jakarta dianggap sebagai lokasi aktif konsumsi air tersebut.

Sufyan menyebutkan, bahwa aktivitas tersebut merupakan modus baru dalam penyalahgunaan bahan kimia. Dari laporan yang diterima, kawasan Bekasi menjadi daerah paling aktif konsumsi minuman tersebut.

“Ini modus baru, perkampungan daerah Bekasi. Jawa Barat itu penyangga ibu kota ya, Bekasi banyak ya, Bogor, Karawang kemudian sampai ke Sukabumi, Bandung juga, ini perlu diperhatikan sampai Cirebon,” ujar Sufyan di Bandung Jawa Barat, Rabu (8/11)

Bahkan, Sufyan mengakui, dari laporan yang diterimanya, wilayah perkampungan menjadi ruang aktivitas para peminum rendaman pembalut.

“Ini menunjukkan bahwa narkoba itu sudah masuk ke daerah-daerah. Di kampung-kampung sudah banyak, di desa-desa, di gunung-gunung,” katanya.

Sementara, seperti dilansir dari Vivanews, dengan keberadaan pembalut yang mudah dijangkau, lanjut Sufyan, pihaknya bekerjasama dengan organisasi kepemudaan terutama yang mengedepankan peran kaum perempuan.

“Iya kita kerja sama dengan desa, komunitas di desa mulai dari karang taruna hingga ibu-ibu pengajian supaya memberitahu akan bahayanya,” katanya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here