Ribuan Orang Terluka, Muhammadiyah Kecam Tindak Kekerasan di Palestina

0
342
Aksi simpatik terhadap umat islam yang menjadi korban keganasan tentara Zionis di Masjid Al-Aqsha. (Foto: Ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengecam tindakan kekerasan disertai pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap masyarakat Palestina yang tidak berdosa.

“Muhammadiyah mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh penguasa dan tentara zionis Israel terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdosa. Membunuh adalah kejahatan yang tidak berperikemanusiaan, melanggar hak asasi manusia,” kata Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam keterangan persnya, Selasa (25/7).

Abdul Mu’ti mengatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Liga Arab harus segera melakukan sidang khusus membahas langkah-langkah penyelesaian konflik yang terjadi di Palestina.

“Kepada pihak-pihak yang bertikai, hendaknya menahan diri untuk saling serang. Apabila terjadi pelanggaran, maka PBB harus menindak tegas Israel,” katanya.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga meminta negara-negara yang memiliki kepentingan di Timur-Tengah, seperti Amerika Serikat, Rusia, Turki, dan Iran untuk melakukan langkah cepat agar kekerasan yang terjadi di Palestina tidak menyebar ke wilayah lain.

“Kalau kejahatan zionis Israel tidak segera dihentikan, Muhammadiyah khawatir jika nantinya muncul aksi perlawanan terhadap negara-negara yang dianggap melindungi Israel, serta adanya kemungkinan muncul aksi kekerasan,” ujarnya.

Lebih jauh, Abdul Mu’ti meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan prakarsa dan langkah-langkah diplomatik untuk segera menyelesaikan persoalan Palestina.

“Dengan kekuatan diplomatiknya, Muhammadiyah berharap Indonesia bisa memprakarsai two-state solution sebagai bagian dari road map perdamaian Palestina dan Israel,” katanya.

Ribuan Orang Terluka

Data yang dihimpun oleh Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), Senin (24/7), disebutkan bahwa korban kekerasan di Palestina oleh tentara Israel selama 10 hari terakhir mencapai jumlah 1.090 korban luka-luka. .

Angka statistik tersebut yakni 374 terluka dengan peluru baja berlapis karet, 471 menderita inhalasi gas air mata (termasuk 34 orang yang dirawat di rumah sakit) dan 216 orang terluka secara fisik, karena dibakar dan lari selama bentrokan dengan pasukan Israel.

Dalam keterangannya, PRCS menjelaskan, 376 yang terluka didokumentasikan terjadi di Al-Quds, satu orang terluka dengan tembakan langsung, 193 orang terluka dengan peluru baja berlapis karet, 14 orang menderita inhalasi gas air mata yang parah, dan 168 diserang dan diinjak.

Menurut dokumentasi Ma’an, tujuh warga Palestina tewas sejak 14 Juli, tiga orang (tersangka penyerang yang mematikan) dan empat orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel.

 

Israel Resmi Cabut Logam Detektor di Al-Aqsha

Selasa waktu setempat Israel resmi mencabut semua detektor logam yang dipasangnya di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem setelah langkah itu memicu kekerasan berdarah. Namun begitu, muslim tetap memboikot Israel karena curiga terhadap apa yang akan dilakukan Israel kemudian.

Presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan akan terus membekukan kerja sama dengan Israel kendati negara Yahudi itu mulai melunak.

Keputusan Israel itu diambil setelah menghadapi tekanan internasional yang berusaha mencegah meluasnya sengketa menyangkut kompleks Masjid Haram al-Sharif yang disebut Yahudi dengan Gunung Kuil itu.

Pemerintah Israel sudah menyatakan akan menerapkan langkah lebih bijaksana dalam menjaga keamanan kompleks di mana Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock itu berada.

Israel memasang detektor logam itu menyusul serangan maut 14 Juli lalu di dekat masjid itu yang menewaskan dua polisi Israel. Tapi langkah Israel mencabut detektor logam itu tidak menghentikan boikot warga Palestina.

“Yang kami inginkan dan yang kami tuntut adalah semuanya dikembalikan ke kondisi sebelum 14 Juli,” kata Mohammed Hijazi yang datang dari Acre di Israel utara untuk bergabung dalam protes terhadap Israel.  “Ketika itu terjadi kami siap memasuki kembali Masjid Al-Aqsa untuk menyembah Yang Maha Kuasa.” (mna/an/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here