Sejumlah Kadernya Bakal Hengkang, Golkar Kembali Diguncang Prahara?

0
249
Ilustrasi

JAKARTA (Garudanews.id) – Hengkangnya  kader Golkar ke sejumlah partai,  dinilai tidak terlepas dari gaya kepemimpinan Airlangga Hartarto yang tidak memiliki kemampuan dalam mengelola partai.

Bahkan,  berdasarkan sumber garudanews.id, sejumlah kader DPP mengaku kecewa dengan Airlangga yang dinilai tak ubahnya seorang ketua relawan Golkar Jokowi (GoJo).

“Airlangga lebih sibuk melakukan konsolidasi relawan GoJo dibandingkan mempersiapkan diri untuk menyambut Pileg 2019 mendatang.  Kami prediksi target 110 kursi di DPR RI hanya sebatas mimpi,” ujar salah seorang kader DPP Golkar yang enggan disebut identitasnya, kepada garudanews.id, baru-baru ini.

Terlebih, lanjut dia,   dalam kepengurusan DPP dibawah kepemimpinan Airlangga,  banyak kalangan yang tidak terakomodasi,  sehingga memunculkan faksi baru di tubuh Golkar.

“Sejumlah kader pun mengancam,  bila Pilgub Jabar dan Pilgub Jatim kader Golkar tidak lolos,  maka Airlangga bakal di Munaslubkan.  Ini artinya bencana baru di tubuh Golkar,” ujarnya.

Sebelumnya,  politisi senior Indrus Marham,  yang kini menjabat Menteri Sosial, mengkhawatirkan dengan  Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto keluar dari partai berlambang beringin itu. Pasalnya, Golkar itu dirintis dan didirikan oleh Soeharto yang merupakan ayah dari Titiek.

Titiek  mendeklarasikan keputusannya keluar dari Partai Golkar di tanah kelahiran ayahnya, Soeharto di Kemusuk, Yogyakarta, Senin (11/6). Salah satu alasan Titiek keluar dari Partai Golkar karena partai berlambang pohon beringin itu sudah memiliki begitu banyak politikus handal. “Golkar tidak membutuhkan saya, tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya,” ujar Titiek.

Dilansir dari viva. co,  Idrus Marham yang mantan Sekjen Partai Golkar, tidak percaya Titie pindah dari Golkar ke Partai Berkarya. Idrus mengungkapkan alasannya yang kurang percaya karena ayah Titiek yaitu Soeharto merupakan pendiri dan perintis Partai Golkar.

“Jadi kalau misalkan mesti pindah, saya khawatir mengkhianati ya, mengkhianati orang tua yang merintis ini dan lain-lain sebagainya,” kata Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan DPP Golkar itu.

Lanjut Idrus, figur Soeharto itu tercermin pada sosok Titiek. Bagi dia, Titiek merupakan salah seorang representasi Soeharto yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan.

“Dan Pak Harto itu betul-betul tercermin pada Mbak Titiek, jadi saya enggak percaya Mbak Titiek mundur,” ujarnya.

Sampai saat ini Idrus menganggap keluarnya Titiek dari Golkar hanya guyon saja. “Saya enggak percaya itu, mungkin mbak Titik main-main kali, guyon kali ya,” kata Idrus di Jakarta, Selasa (12/6).

“Jadi saya tidak percaya Mbak Titiek pindah, saya tidak percaya, mungkin main-main, guyon, biar ada job-job politik ya. Ya namanya sekarang job-job politik kan kenceng-kenceng,” tuturnya. (Mhd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here