Sentuhan Dakwah Wali Songo Tebarkan Kedamaian

0
407
Kampus UIN Wali Songo Semarang. (Ist)

SEMARANG (Garudanews.id) – Sebtuhan dakwah yang dilakukan oleh wali songo dalam menyebarkan ajaran islam yang toleran dan penuh keharmonisan,  layak menjadi teladan bagi bangsa Indonesia saat ini.

Ajaran-ajaran itu menunjukkan cara hidup yang damai dan toleran. Termasuk dengan umat agama lain. Karena Islam yang ditinggalkan Walisongo dicatat sangat menghargai perbedaan agama.

Hal ini yang mendasari UIN Walisongo memiliki semangat dalam membangun kampus berbasis kesatuan ilmu untuk kemanusiaan dan peradaban. Mengangkat tema: Agama Sebagai Sumber Keharmonisan Hidup, dalam rangka Dies Natalies ke-47 UIN Walisongo akan menampilkan orasi ilmiah dari Dr Hj Lift Anis Ma’shumah M Ag dan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri SAg MSi. Acara akan berlangsung Kamis (6/4) di aula 2 Kampus III UIN Walisongo Semarang. Acara ini akan dihadiri Gubernur Jawa Tengah, para rektor, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa Tengah, dan pejabat lainnya.

Dalam orasinya itu, Dr Hj Lift Anis Ma’shumah M Ag akan mengangkat judul: Membangun Pendidikan Islam Harmoni. Sedangkan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri SAg MSi akan mengangkat judul: Perguruan Tinggi Islam, Tenaga Kerja Indonesia dan Martabat Bangsa.

Latar belakang dari orasi yang disampaikan kedua tokoh ini adalah, wajah Indonesia yang akhir-akhir ini terkesan keras, tidak ramah, dan intoleran. Bahkan akhir-akhir ini muncul gejolak kekerasan, intoleransi dan radikalisme agama yang mengganggu stabilitas bangsa. Hal yang sangat disayangkan adalah keberadaan gerakan kekerasan bernuansa keagamaan, dan dilakukan oleh orang-orang atau kelompok menggunakan agama sebagai kedok aksi kekerasan.

Potensi gerakan ini juga sudah diindikasikan dengan mengikutsertakan para remaja yang masih sekolah di bangku SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Generasi muda yang harusnya kuat dalam mengamalkan nilai keagamaan dan kebangsaan, sudah mulai dirongrong. Termasuk peran media sosial yang sangat bebas menjadikan keprihatinan tersendiri.

Selain itu dalam implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI), juga ditemukan beberapa kendala. Antara lain: terbatasnya jam pelajaran PAI di sekolah, metodologi pengajaran agama yang masih cognitive oriented, masih ditemukan buku ajar PAI berisi ajaran intoleransi, kekerasan, dan kurang dialogis. Berdasarkan latar belakang tersebut, diperlukan terobosan dunia pendidikan dengan wajah yang ramah dan penuh toleransi. Juga diperlukan penataan sistem pendidikan secara baik dan komprehensif. (SM/SEP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here