Setnov Dikabarkan Bakal Lepas Jabatan Golkar dan Ketua DPR

1

JAKARTA (Garudanews.id) – Setelah adanya gelombang desakan mundur dari sejumlah DPD Tingkat I, akhirnya Setya Novanto dikabarkan bakal rela melepaskan jabatan Ketua Umum Partai Golkar yang menghantarkan dirinya menjadi Ketua DPR RI.

Hal tersebut terungkap berdasarkan pengakuan Ketua DPD Partai Golkar NTT Melki Laka Lena.

Dia mengatakan bahwa Novanto siap melepas jabatan sebagai Ketum Golkar dan juga Ketua DPR. Pada akhir-akhir ini.

Langkah tersebut, ungkap dia,  setelah mencermati dinamika yang berkembang serta mendapatkan masukan dan aspirasi dari kader Partai Golkar, anggota DPR RI, dan pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Setnov sedang menyiapkan diri untuk mundur dari ketua DPR dan juga ketua umum Partai Golkar.

”Kami mendapat informasi yang valid,” tegas Melki.

Menurutnya minggu depan, pengunduran secara resmi bakal disampaikan.

“Sebenarnya sejak ditahan KPK, Pak Novanto sudah mempersiapkan opsi mundur,” terang dia usai menjadi pembicara pada acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (2/12) kemarin.

Hanya, Melki tidak tahu pasti, apakah Setnov langsung melepas dua jabatan itu atau dilakukan secara bertahap. Misal, ketua DPR dulu, kemudian baru ketua umum Partai Golkar. Hanya Setnov yang mengetahuinya. Yang jelas, Setnov meminta publik untuk menunggu kepastian waktunya. ”Tunggu sampai minggu depan,” ungkap Melki.

Terkait dengan musyawarah nasional luar biasa (munaslub), menurut dia, pertemuan penting itu pasti terjadi. Namun, pihaknya mempunyai pandangan berbeda. Jika 31 DPD I Partai Golkar langsung tanda tangan mendukung munaslub, DPD Partai Golkar akan tetap menunggu keputusan rapat pleno yang akan digelar DPP Partai Golkar. Sebelumnya, semua DPD I sepakat menunggu rapat pleno DPP.

Melki mengatakan, ada empat kandidat yang siap menyalonkan diri sebagai ketum Partai Golkar. Yaitu, Airlangga Hartanto, Aziz Syamsudin, Idrus Marham dan Titik Soeharto. Siapa yang akan terpilih? Tentu bergantung kepada peserta munaslub nantinya.

Yahya Zaini, orang dekat Setnov yang juga ketua DPP Partai Golkar masih enggan berkomentar terkait rencana pengunduran diri itu. Dia beralasan belum mengetahui informasi tersebut. ”Saya belum dapat info,” katanya singkat.

Di sisi lain, dukungan untuk Airlangga Hartanto sebagai ketua umum Partai Golkar terus menguat. Kemarin, menteri perindustrian itu mendapat suntikan moral dari pengurus pusat kolektif (PPK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Dukungan itu disampaikan langsung oleh ketua umum Kosgoro Agung Laksono. (jpnn/yan)

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.