Simbol Adat Dayak di Ketapang Dirusak Orang Tidak Dikenal

1

KETAPANG (Garudanews.id) – Peristiwa pengrusakan terhadap simbol budaya masyarakat adat dayak berupa tempayan tajau yang terletak diatas tugu tolak bala, dituding sebagai upaya provikasi.

Tempat prosesi pelaksanaan ritual adat dayak di jalan Merdeka kecamatan Delta Pawan kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, dirusak oleh orang yang tidak dikenal. Atas insiden tersebut Bupati Ketapang Martin Rantan mengesam keras pelaku pengrusakan simbol kebanggaan masyarakat adat.

“Peristiwa pengrusakan adalah upaya provokasi yang dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu dengan motif untuk membuat situasi Kamtiabmas di Ketapang ini tidak kondusif, atau bisa disebut sebagai upaya untuk memancing reaksi agar ada kemarahan masyarakat Dayak,” ungkap Martin yang juga ketua Dewan Adat Dayak (DAD) kabupaten Ketapang itu.

Patung tempayan diatas kepala ular cobra yang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungj awab. (Foto: Amns)

Atas peristiwa tersebut, Bupati mengimbau masyarakat dayak harap tenang, tidak perlu terpancing terhadap tempayan yang dipecahkan oleh pelaku. Dirinya juga mendesak Kepolisian agar segera menangkap pelaku pengrusakan patung kebanggaan masyarakat adat Dayak tersebut.

“Kita akan ganti baru, dan terhadap pelaku kita serahkan kepada pihak yang berwajib untuk mengungkap siapa dalang sibalik pengrusakan tugu itu,” ujarnya.

Sementara itu, Fransisco Mardani, selaku Temenggung adat tali waris dewan adat Dayak kabupaten ketapang mengatakan, untuk mencegah dan mengantisipasi adanya dampak negatif yang berakibat terganggunya kerukunan kedamaian dan kekondusifan di kabupaten Ketapang, pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Polres.

“Kami mengimbau kepada masyarakat adat Dayak kabupaten Ketapang untuk tidak melakukan reaksi yang berlebihan tetapi kita memang perlu untuk mengetahui apa motif yang sesungguhnya dibalik peristiwa tersebut. Karena tidak bisa dinafikan berkenaan dengan gawai politik yang tidak lama lagi akan berlangsung mungkin ada relevansinya bahwa perbuatan pelaku di gerakan oleh orang atau kelompok tertentu,” tutur Mardani. (amns).

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.