Situs Makam Mbah Aria, Salah Satu Pesona Wisata Religi

0
2262
Situs Makam Mbah Aria.

BOGOR (Garudanews.id) – Banyak situs budaya yang menyimpan nilai sejarah yang tinggi di Bumi Tegar Beriman,. Salah satunya adalah Situs Makam Mbah Aria. Dimana situs tersebut merupakan Pesona Budaya wisata keagamaan yang terletak di Desa Pasir Angin, Kecamatan Mega Mendung Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di perkirakan berjarak kurang lebih 26 Km dari pusat Pemerintahan Cibinong, menuju arah selatan, jalan yang berliku-liku, yang merupakan jalur alternatif menghubungkan Sentul – Gadog Pasir Angin.  Di sebuah perbukitan, tampak  bangunan   indah dan mewah yang dibangun oleh ahli warisnya., adalah sebuah bangunan makom keramat berukuran 20 x 30 M, yang berlantai keramik dan terdapat kubah berdiameter kurang lebih 10 m menjulang tinggi.

Bangunan Situs Makam Mbah Aria dibangun di atas tanah wakaf milik H. Aceng (Almarhum), yang lebih populer dengan nama Abuya Ciratim, di area tersebut juga terdapat sebuah Mushola dan majlis ta’lim. Aktivitas keagamaan pun sering di adakan di dalam nya seperti pengajian pada sabtu pagi dan membaca lantunan ayat Al-quran pada Jum’at malam. Disamping itu, dekat area tersebut berjajar warung makan dan kopi, tempat di mana para pengunjung untuk beristirahat, ada juga warung perlengkapan sarana Ritual seperti : Buku-buku berisikan Do’a – Do’a Perangkat Alat Sholat. Hal ini disediakan bagi pengunjung yang akan mendoakan arwah bagi tokoh Agama yang dimaksud,

Juru kunci makam  menuturkan, makam keramat tersebut banyak dikunjungi oleh para penziarah baik warga Bogor maupun luar Bogor, bahkan tak sedikit yang dari luar daerah. Embah Aria adalah salah satu ulama yang menyebarkan Agama Islam di Jawa khususnya di Jawa Barat, yang merupakan keturunan dari Raden Angga Dipa Sawidak yang hidup pada tahun 1675-1723.

Silsilah itu menunjukan bahwa beliau adalah keturunan susuhunan keluarga Sukapura yaitu dari Dalem Wiria Wangsa yang menjadi Bupati Sukapura ke I diangkat menjadi Bupati oleh Sultan Mataram pada tahun 1632-1674 kemudian turun pada Dalem Tambela, baru pada Raden Angga Dipa. silsilah keturunannya tidak mempunyai kejelasan khusus, hanya saja tercatat bahwa beliau adalah keturunan anak yang ke 22 dari Raden Angga Dipa Sawidak.

Pengujung yang datang untuk ziarah ke tempat ini rata – rata mencapai 900 orang per bulannya, biasanya pengunjung lebih ramai pada malam Selasa dan Jum’at, dan grafik penziarah yang berkunjung meningkat pada saat bulan – bulan islam tertentu, seperti (Mulud,Muharam,Rajab) pengunjung mencapai 2.000 orang.   (Apih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here