Soal Salam Dua Jari, Bawaslu Nyatakan Anies Tidak Bersalah

0
81
Logo Bawaslu Provinsi Jawa Barat/ist

JAKARTA (IKAGAWA NEWS) –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku, aksi gubernur DKI Anies Baswedan di acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 2018 tidak melanggar UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Hal itu menyusul adanya rapat marathon bersama Sentra Gakkumdu. Akhirnya Bawaslu Kabupaten Bogor memutuskan bahwa pose dua jari Gubernur DKI Anies Baswedan bukan merupakan pelanggaran.

Dengan demikian, maka kasus yang sempat menyedot perhatian publik tersebut dihentikan. Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah dalam jumpa pers, Jumat (11/1).

Irvan menjelaskan, bahwa kehadiran Anies dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 2018, sudah memperoleh izin dari Kemendagri.

“Pose dua jari Pak Anies bukan termasuk pelanggaran. Karena itu bentuk kemenangan atau simbol klub sepakbola Jakarta (Thejakmania),” jelas Irvan.

Diketahui, sebelunnya Gubernur DKI Anies Baswedan dilaporkan oleh R Adi Prakosa dari Barisan Advokat Indonesia pada tanggal 19 Desember 2018.

Anies dipersoalkan lantaran mengacungkan salam dua jari, simbol dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada acara konferensi nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 2018.

Dalam laporannya, Adi Prakosa mengatakan perbuatan Anies tersebut diduga sebagai tindakan pejabat yang menguntungkan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye sebagaimana dimaksud Pasal 547 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.  (Ptr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here