Susno Duadji Minta Tata Niaga Pertanian Harus Dibenahi

1

PALEMBANG (Garudanews.id) – Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengakui pembangunan pertanian yang dilakukan oleh pertani di Indonesia sudah benar. Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah wilayah yang melakukan panen raya.

“Di desa saya saja saya panen, tetangga sawah saya sudah mulai bersiap panen, di sebelahnya lagi mulai tanam. Jadi setiap hari di negeri kita panen. Ini artinya pembangunan pertanian kita sudah benar,” kata Susno Duadji saat bincang-bincang tentang pertanian di Pagar Alam, Senin (5/2/2018).

Ia menjelaskan hal ini bukan saja karena kemajuan teknologi informasi yang menyebabkan semua orang dapat mengakses cara bertani yang baik, tapi juga akses pasar pertanian yang mulai terbuka. Hanya saja persoalan yang mendasar adalah soal tata niaga komoditas pertanian.

“Tata ulang kembali, misalnya soal beras yang dibeli petani oleh Bulog. Tolonglah disimpan dengan baik jangan sampai beras yang menjadi hancur sehingga image beras petani menjadi buruk, padahal beras yang dihasilkan adalah beras yang baik,” jelasnya.

 Susno Duadji (tengah) usai bercocok tanam.

Selain itu, dirinya pun berharap agar pupuk dan benih terdistribusi dengan baik.  “Kemudian, tidak kalah pentingnya juga teknologi pertanian semestinya sudah bisa mulai  diterapkan di banyak desa,” sebut Susno.

Susno pun menjamin bisnis pertanian sangat menguntungkan. Selain komoditas pertanian sebagai sumber kehidupan sehari-hari, indonesia dianugerahi lahan yang subur dan luas.

“Ya jangan hanya fokus di tanah Jawa, coba lirik pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Kelola secara agribisnis pasti untung, kalo ada sumber daya lebih kelola secara agro industri, pasti jadi konglomerat,” ujarnya.

Untuk diketahui, Susno Duadji hari-harinya kini diisi dengan aktivitas bertani. Dia mengelola lahan pertanian keluarganya yang memang petani. Berbagai  komoditas pertanian yang dikelolanya antara lain padi, jagung, pala, lada dan karet. (Her)

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.