Tahun 2019,  KRB Jadi Situs Warisan Cagar Budaya Dunia

0
217
Kebun Raya Bogor (Ist)

BOGOR (Garudanews.id) – Tahun 2019 mendatang, Kebun Raya Bogor (KRB) yang ada di tengah-tengah Kota Bogor akan menjadi situs warisan cagar budaya tingkat dunia. Hal ini atas usulan pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mengajukan ke Organisasi Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan Persatuan Bangsa-Bangsa (Unesco).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati mengatakan, KRB saat ini baru masuk daftar tentatif. “Syaratnya minimal harus satu tahun setelah masuk tentatif list, baru nominasi. Mudah-mudahan tahun depan kalau tentatif list-nya mulus,” katanya.

Saat ini, Enny mengakui pihak LIPI selaku pengelola juga tengah mendaftarkan bangunan-bangunan di kawasan KRB menjadi cagar budaya nasional. Selain itu, mereka juga terus melengkapi dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan agar dapat masuk nominasi di UNESCO.

Pendaftaran KRB sebagai warisan cagar budaya dunia langsung mendapat dukungan dari negara-negara tetangga seperti Sri Lanka. Dukungan mereka ditunjukkan melalui penanaman pohon nasional negara tersebut bernama Mesua Ferrea atau lebih dikenal dengan sebutan pohon Na.

Penanaman pohon tersebut dilakukan langsung Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Dharshana M Perera. Pohon tersebut didatangkan langsung dari Kebun Raya Peradeniya Sri Lanka. “Kami harap penanaman Pohon Nasional Sri Lanka dapat mempererat lagi hubungan KRB sekaligus kedua negara,” katanya.

Sementara itu, pihak LIPI mengharapkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat hingga pusat. Menurut Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan KRB Didik Widyatmoko, proses penetapan suatu situs warisan cagar budaya dunia itu sangat sulit. Apalagi, UNESCO sebelumnya juga telah menjadikan Kebun Raya Singapura sebagai situs serupa pada 2015 lalu.

“Kebun Raya Singapura itu hampir sama dengan di Bogor yaitu berjenis tropis. Walaupun sebenarnya kita lebih tua, lebih banyak tumbuhannya dan lebih luas, mereka lebih dulu mengajukan,” kata Didik.

Ia meminta dukungan pemerintah berupa pengembangan fasilitas dan infrastruktur pelengkap lainnya. Selamat ini, KRB menjadi tujuan wisata di Jawa Barat khususnya Kota Bogor, namun tidak ditunjang salah satunya dengan fasilitas parkir kendaraan yang memadai.(pr/rez)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here