Tanah Hibah Tidak Terinventarisasi di Kantor Desa, Jaling Disita Bank

0
98
Jalan lingkungan yang disita oleh Bank.

BOGOR (Garudanews.id) – Karena tanah hibah tidak terinventarisasi di kantor desa, maka tanah hibah berupa jalan lingkungan (jaling) selebar dua meter dengan panjang 600 meter di Kampung Surupan, RT 02/05, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor disita dan ditutup paksa oleh pihak bank. Akibatnya, sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) terancam terisolasi.

“Penutupan jalan lingkungan sudah dilakukan tepatnya seminggu lalu. Karena, lahan jalan telah diagunkan ke bank oleh pemilik lahan saat proses peminjaman uang,” kata Sekretaris Desa Cibadak, Cecep Supriyadi kepada garudanews.id belum lama ini.

Kata Cecep, pemilik tanah sekarang yakni Ahmad tidak mampu membayar kredit, sehingga tanah tersebut disita pihak bank. Dan sebelumnya, Ahmad membeli tanah itu dari Udin.

“Sebetulnya jalan itu sudah ada sejak dulu dan menurut informasi pernah dihibahkan ke desa oleh pemilik pertama, tapi hanya secara lisan dan tidak tercatat di kantor desa,” jelas Cecep.

Menurut Cecep, tanah yang kini dibeli Ahmad seluas 3.000 meter persegi dan 1.200 meter di antaranya pernah dihibahkan Udin. Namun karena tidak terinventarisasi, sehingga ikut terukur saat proses jual-beli oleh Ahmad.

Terpisah, Kades Cibadak, H Ulung Saputra, membenarkan adanya penyitaan jalan lingkungan di desanya. ”Kami sekarang ini sedang berupaya dan mengurus terkait penutupan jalan tersebut,” janjinya.
Camat Sukamakmur, Zaenal Ashari, mengaku sudah menegur kades Cibadak terkait inventarisasi aset desa.

“Saya sudah minta pihak desa dan bank duduk barsama agar akses jalan warga Kampung Surupan tidak ditutup,” tuturnya.(ded/tar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here