Oknum Wartawan TV Lokal Aniaya Wartawan Duta Masyarakat

0
605
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal.

SURABAYA (Garudanews.id) – Proses penyidikan kasus penganiayaan wartawan Harian Duta Masyarakat, Abdul Azis oleh oknum wartawan TV lokal Surabaya, Bagus Priyono, dipastikan terus berjalan. Bahkan menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, kasus ini menjadi atensi  Kepolisian.

“Kita sedang melakukan proses penyidikan. Dan perlu diketahui, kasus ini menjadi atensi Kepolisian. Jadi siapapun yang melanggar hukum ya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas M Iqbal usai saat menjadi pembicara  di Seminar Kembangsaan ‘Menumbuhkan Nilai-Nilai Nasionalisme dalam Semangat Kemerdekaan di Surabaya, Selasa (29/8).

Iqbal mengingat, karena kasusnya menjadi atensi Kepolisian, tentu pihaknya akan berusaha menyelesaikannya  sesuai aturan hukum. “Jadi apapun profesinya kalau dia melakukan tindak pidana ya harus diproses hukum. Contoh missal saya saya ini melanggar pidana, maka ketika disidik penegak hukum ya saya Iqbal, bukannya Kapolrestabes Surabaya. Ingat semua sama di hadapan hukum, equality before the law,” tegasnya.

Ketika didesak, kemungkinan pelaku menggunakan upaya-upaya untuk lepas dari jerat tersangka, Iqbal langsung menyatakan, bahwa tidak semudah itu untuk lepas dari jeratan hukum. “Kalau sudah ada bukti permulaan cukup paling tidak adanya dua alat bukti, dan ditentukan melalui gelar perkara, maka seseorang bisa ditetapkan sebagai tersangka,” tandsanya.

Polsek Wonokromo pun berusaha menuntaskan kasus penganiayaan Abdul Azis. Terbukti pada Selasa (22/8) malam, penyidik  sudah memeriksa pelaku penganiayan, Bagus Priyono. Kepastian pemeriksaan terhadap pelaku diungkapkan Iptu Ristianto, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Surabaya. “Ia yang bersangkutan (Bagus Priyanto, red) sudah kami periksa Selasa (22/8) malam,” ungkapnya, saat Azis dan kuasa hukumnya, Asman Afif Ramadhan, SE, SH dari TON’S Law Office, menanyakan kelanjutan penanganan kasus penganiayaan yang menimpanya, di Mapolsek Wonokromo, Kamis (24/8) lalu.

Seperti diketahui, sebelum memeriksa bagus, sebelumnya penyidik Polesk Wonokromo telah memeriksa tiga orang saksi, dua saksi yakni Eko Widodo dan Triyoko diperiksa pada Minggu (20/8), sedangkan pada Selasa (22/8), giliran Guntur Pramurti.

Bagus lanjut Ristianto, saat pemeriksaan didampingi dua rekannya, yakni Ketua SIWO PWI Jatim Muhammad Erwin dan Candra. Ketika ditanya materi pemeriksaan dia enggan berkomentar. Ristitanto hanya menyatakan, setelah pemeriksaan etrhadap pelaku,  penyidik secepatnya akan melakukan gelar perkara.

“Kita akan sesegera mungkin melakukan gelar perkara. Apalagi visum juga sudah keluar. Mungkin minggu ini sudah kita gelar. Karena kita menginginkan kasus ini segera tuntas,” ujarnya.

Dari gelar perkara inilah, menurut Ipda Ristitanto, akan ditentukan apakah sang pelaku penganiayaan layak untuk ditetapkan sebagai tersangka. “Paling lambat Selasa (29/8), sudah ada kepastian,” tegasnya.

Sementara Rama, panggilan Asman Afif Ramadhan, mengapresiasi kinerja penyidik Polsek Wonokromo. “Tentu kami mengapresiasi kinerja Kepolisian, dalam hal ini penyidik Polsek Wonokromo yang dengan cepat menuntaskan kasus ini,” ujarnya.

Rama Berharap, perjuangan Azis untuk mendapatkan keadilan tidak sia-sia dengan semangat para penegak hukumnya yang benar-benar berpihak pada pencari keadilan. “Pokoknya kami memberikan apresiasi dan terima kasih pada penyidik yang telah membantu Azis mendapatkan keadilan. Bagimanapun keadilan itu kan bukan dicari tapi harus diperjuangan. Minta doanya ya,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Abdul Azis (29) yang sedang latihan rutin futsal bersama dengan rekan se pokja di Mangga Dua, Jagir, Wonokromo Surabaya pada berapa hari lalu, mendapat pukulan brutal dari  Bagus Priyono. Akibat ulah kasar Bagus yang main kayu tersebut,mengakibatkan Aziz mengalami luka serius di bagian muka,juga patah hidung dan memar di  bagian mata kirinya, sehingga penglihatannya terganggu.

Atas peristiwa kejadian pemukulan tersebut, Azis tidak terima dengan perlakuan tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebur ke Polsek Wonokromo.

Berdasarkan Laporan Polisi LP Nomor: STPL/415/B/VIII/Jatim/Restabes sby/Wnkrm, Aziz melaporkan Bagus Priyono atas dugaan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP dengan hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. (hnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here