Tiga Peradaban Yang Akan Dilalui Bangsa Indonesia

0
303

Ada tiga momentum peradaban yang akan dilalui oleh bangsa Indonesia dan ini takkan terulang sampai kapanpun, karena itu kita harus mempersiapkan diri menghadapinya,” demikian Kurnia Widhiatuti, parenter keluarga muslim.

Hal ini dikemukakannya dalam  Seminar Parenting di Masjid At-Taqwa komplek Pondok Pesantren Al-Fatah Lampung, Sabtu, (03/09), seminar digagas oleh Muslimah Hizbullah Wilayah Lampung.

Ia mengatakan, momentum yang pertama adalah bonus demografi ketika pada tahun 2025 nanti jumlah anak muda  menjadi jauh lebih banyak, kedua, 100 tahun Indonesia Merdeka tahun 2045 dan ketiga, Kebangkitan Islam.

“Indonesia akan mendapatkan bonus kependudukan di mana anak mudanya itu jumlahnya banyak sekali. Sementara orang tua dan anak kecilnya cuma sedikit,” kata Parenter asal Jakarta ini.

Menurutnya, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar.

“Indonesia siap menjadi bangsa yang besar. Kapan kita mempunyai anak muda dengan jumlah yang banyak? Tepat pada tahun 2025,” ujarnya.

“Tapi, hari ini saya bertanya tentang bonus demografi, tapi umumnya bunda, ayah dan anak-anak ku gak tahu. Kayaknya kita bakal gagal jadi bangsa yang besar, karena musuh-musuh bangsa ini sudah tahu jauh masalah ini sebelum hari ini,” katanya.

Menurut Widhiatuti, para musuh sudah mempersiapkan cara untuk menghancurkan bangsa ini.

“Cara apa yang dilakukan oleh musuh-musuh bangsa ini untuk menggagalkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar? Caranya adalah dirusaknya anak-anak kecil, anak-anak remaja usia SD, SMP, SMA dengan informasi yang keliru. Padahal ke depan mereka yang akan memimpin bangsa ini, karena itu kita harus mempersiapkan diri menghadapinya,” katanya.

Lebih lanjut Widhiatuti mengatakan, momentum yang kedua adalah seratus tahun Indonesia merdeka.

“Yang berikutnya adalah Indonesia akan mendapatkan kesempatan seratus tahun Indonesia merdeka. Pada tahun 2045,” ujarnya.

Momentum yang ketiga atau terakhir menurut Widhiatuti adalah kebangkitan Islam.

“Jadi bunda dan ayah tugasnya pulang dari sini adalah mengatakan pada anak, “Sayang, bersabarlah engkau selama sembilan tahun ke depan, sampai 2025, aku akan mengajarkanmu tentang Islam supaya engkaulah ummat Islam yang akan menjadi pemimpin peradaban kelak,” ujarnya. (Red/Mina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here