Tilep DD, Polres Rote Ndao Didesak Buru Mantan Kades

0
152
Ilustrasi

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Tokoh Adat Desa Lenguselu, Obet Sanu yang mewakili warga masyarakat Desa Lenguselu meminta pihak Kepolisian Resort Polres Rote Ndao segera memeriksa mantan bendahara desa Lenguselu, Joni Dethan dan mantan Kepala Desa Lenguselu, Kenis Li’an.

Joni Dethan mantan bendahara Desa Lenguselu adalah Ipar kandung  dari mantan Kades lenguselu Kenis Lian. Mantan Kepala desa Lenguselu Kenis Lian saat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Pihak kepolisian Resort Polres Rote Ndao, atas dugaan korupsi dana desa (DD) senilai Rp160 juta.

“Kenis Lian saat ini sedang dalam DPO setelah kasusnya menguak ke permukaan, Kami masyarakat meminta kepada pihak penegak hukum Dalam Hal Pihak Polres Rote Ndao untuk menangani kasus tersebut ,” kata Obet Sanu tokoh adat  saat dihubungi media baru-baru ini.

Obet Sanu, Tokoh Adat (Maneleo) Desa Lenguselu, Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao. (Foto: Dance)

Ia juga meminta pihak kepolisan Resor Polres Rote Ndao tida ‘masuk angin” dalam menangani kasus penyelewengan anggaran  dana desa, (ADD) yang dilakukan mantan Kepala desa lenguselu Kenis Lian bersama dengan bendaharanya, Joni Dethan, tak lain adalah ipar kandung.

“Kasus ADD yang di selewengkan oleh mantan kepala desa Kenis lian dan mantan bendahara nya Joni Dethan, benar-benar membuat kami masyarakat desa Lenguselu bertanya-tanya,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapka, penyimpangan dana tersebut adalah salah satu bagian dari kasus yang melibatkan kepala desa. Pihaknya juga memprediksi masih ada dana lain yang diselewengkan oleh Kades.

“Pak Alfons Saek yang dimana pada saat itu, pak Alfon Saek masih bertugas di Kantor Camat Rote Selatan, dan pernyataan atau pengakuan dari mantan bendahara desa lenguselu, Joni Dethan melalui surat pernyataan dan bukti surat itu sampai saat ini masih ada di tangan Alfon Saek, yang saat ini menjabat Camat Pantai Baru,” bebernya.

Alfon Saek yang dikonfirmaai media ini di jalan depan toko mebeler di wilayah kelurahan Mokdale mengatakan membenarkan bahwa saat ini dirinya sudah tidak mengetahui keberadaan Simoan. Ia juga mengaku lupa terkait dengan surat pernyataan tersebut. “Jadi tunggu dulu nanti saya cari kalau sudah dapat paati saya kabarin,” kata Alfon. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here