Tokoh Reformasi AM Fatwa Dikabarkan Meninggal

0
288
Salah satu tokoh pejuang reformasi sekaligus deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Mappetahang Fatwa atau AM Fatwa

JAKARTA (Garudanews.id) – Salah satu tokoh pejuang reformasi sekaligus deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Mappetahang Fatwa atau AM Fatwa dikabarkan telah meninggal dunia, pada Kamis (14/12) pukul 06.25 WIB di Rumah Sakit MMC, Jakarta.

“Innalillahi wa inna ilahi rojiun. Telah meninggal dunia ayahanda AM Fatwa pukul 6.25am di rumah sakit MMC. Mohon dibukakan pintu maaf dan mudah2an ayah mendapat tempat terbaik di sisi Allah swt. Dian Islamiati Fatwa”

Begitu pesan Dia Ismiati, anak dari AM Fatwa yang juga berprofesi sebagai jurnalis di Indonesia. Kabar ini juga menjadi perbincangan di grup-grup wartawan di Jakarta dan membenarkan kabar tersebut.

Dian sendiri mengaku saat ini jenazah telah dipulangkan ke rumah duka.

Jurnalis ABC Australia lantas itu meminta doa kepada seluruh rekan sejawatnya. “Mohon dibukakan pintu maaf dan mudah-mudahan ayah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutup Dian.

AM Fatwa adalah sosok yang cukup menggemparkan ketika di zaman Orde Baru dibawah Suharto, sempat menerima konsekwensi terluka secara fisik, akibat dari upaya perlawanannya saat beliau bekerja sebagai PNS DKI dibawah Ali Sadikin waktu itu.

Anak muda yang keras pendiriannya tanpa memperhitungkan akibat terhadap dirinya, bahkan secara fisik hampir saja menamatkan hidupnya, namun itu tidak menghentikannya berjuang dari penindasan waktu itu, dengan ikhlas keluarlah dirinya dari pemerintahan DKI, keluar dari PNS menjadi warga biasa. Ide ide gila yang dilakukannya tidak bisa difahami oleh warga lainnya, saking beraninya mempertahankan pendiriannya, walau terikat oleh ketentuan ketat sebagai PNS dan pegawai DKI, namun dengan kepercayaan yang tinggi beliau menjalankan amanahnya dengan baik.

Ia menghabiskan waktu selama 12 tahun di balik jeruji besi. Atas segala penyiksaan yang dialami, ia merupakan satu-satunya warga negara yang pernah menuntut Pangkobkamtib di pengadilan. Meski berstatus narapidana bebas bersyarat (1993-1999) dan menjadi staf khusus Menteri Agama Tarmizi Taher dan Quraish Shihab, mantan Sekretaris Kelompok Kerja Petisi 50 itu bersama Amien Rais menggulirkan gerakan reformasi, hingga Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998. AM Fatwa pernah menjabat beberapa jabatan struktural dan jabatan semi official pada Pemda DKI Jakarta dan Staff Khusus Gubernur Ali Sadikin di bidang politik dan agama.

Deklarator sekaligus ketua DPP PAN periode 1998-2005 ini pernah menjabat Wakil ketua DPR RI (1999-2004), Wakil Ketua MPR RI (2004-2009), Anggota DPD RI/MPR RI (2009-2014). Saat ini ia menjawab sebagai wakil ketua MPP PAN (2005-sekarang) dan Ketua Badan Kehormatan DPD RI (2012-2014). (Red/Net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here