Uang Transisi Disiapkan Sebelum Redominasi

0
2483
Foto: Ilustrasi

JAKARTA (Garudanews.id)- Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berencana melakukan redenominasi alias penyederhanaan tiga nol dalam mata uang rupiah.

Rancangan undang-undang (RUU) redenominasi atau pemangkasan jumlah nominal mata uang sudah tengah didorong pemerintah untuk masuk dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) 2017.

Saat ini tengah dilaksanakan pembahasan RUU redenominasi tersebut di internal pemerintah. Ada tim khusus yang membahas perihal redenominasi yang terdiri dari Menkumham, Menkeu, Gubernur BI dan Sesneg. Tim ini secara berkala menyiapkam berbagai hal yang diperlukan.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi, dalam proses transisi, akan terbit uang transisi, sebelum pada akhirnya Indonesia benar-benar memakai uang yang telah diredominasi.

Dalam masa transisi, rupiah lama dan rupiah yang sudah disederhanakan nominalnya masih tetap berlaku. Setelah masa transisi selesai, maka seluruh rupiah yang beredar di masyarakat adalah rupiah yang nominalnya sudah disederhanakan.

“Nanti ada masa transisinya, kita ikuti bagaimana negara -negara yang telah berhasil dengan redominasi. Nantinya uang transisi ini kalau sudah ketok, uang Rp 100 ribu merah, bila mengikuti cara Turki, kita akan mencetak uang transisi uang yang sama warnanya hanya nolnya bisa 3 bisa 2 bisa 4 kuranginya nanti tinggal apakah nolnya langsung hilang atau dikecilkan, tetapi gambar uangnya gambarnya,” ujar Suhaedi usai konferensi pers pemusnahan uang palsu di Jakarta, Rabu (26/7).

Kemudian, setelah masyarakat siap, uang yang beredar menjadi hanya yang telah diredominasi. Suhaedi menekankan, redenominasi rupiah hanya penyederhanaan nominal rupiah tanpa mengurangi nilai dari mata uang tersebut.

Selama ini tanpa sadar penyederhanaan nominal rupiah juga telah dilakukan dalam transaksi kegiatan sehari-hari, seperti pada daftar harga di menu restoran dan kafe.

“Jangan masyarakat dibuat pusing, redenominasi itu hanya penyederhanaan. Kita suka nongkrong di Starbucks di cafe juga tulisan 50 ribu nolnya enggak ada kan tinggal angka 50,” tutup Suhaedi.

 

chep

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here