Wakapolri Minta Jangan Jadikan Masjid untuk Tempat Berpolitik

0
272
Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin, (Foto: Dance/garudanews)

JAKARTA (Garudanews.id) – Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia mengimbau pada warga masyarakat agar masjid tidak dijadikan sebagai sarana kegiatan politik.

“Jangan lah. Politik jangan dibawa ke masjid,” Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin yang juga selaku Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia, baru-baru ini.

Syafruddin enggan menyebut pihak-pihak yang menggunakan masjid untuk kegiatan politik. Namun, Wakil Kepala Kepolisian RI itu menegaskan bahwa DMI akan menjadi fasilitator semua persoalan yang terjadi di masjid.

Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa Aksa Mahmud juga sependapat dengan Syafruddin. Sebelum ada aturan yang melarang kegiatan politik di masjid, Aksa mengatakan bahwa banyak orang menggunakan mimbar masjid untuk membicarakan politik dan menjelekkan orang lain.

“Sekarang kan enggak boleh. Karena itu, seperti tadi disampaikan Waketum DMI, dasar kita Al-Quran dan sunnah. Jadi semua penceramah kita akan filter, jangan liar. Masjid bukan tempat menjelekkan orang,” ucapnya.

Untuk meminimalisir adanya kegiatan politik, Syafruddin mengatakan bahwa DMI memiliki program menjadikan masjid sebagai kawasan wisata religi. Ia mengatakan telah menunjuk satu daerah sebagai pilot project. “Bulan depan akan kita launching di Cirebon. Mulai dari Cirebon,”  katanya seperti ntmc mengabarkan.

Dalam konsep masjid sebagai tempat wisata religi, Syafruddin berencana mengkombinasikan wisata religi mencakup Masjid Agung Kasepuhan Cirebon yang dibangun Wali Songo dan Masjid Sunan Gunung Jati. Setelah Cirebon, konsep wisata religi juga akan diterapkan di Surabaya dan Sulawesi.

“Nanti kemudian kita tarik benang merahnya mungkin ke Istanbul,” kata dia. (Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here