Walikota Bekasi Akui Ada Penurunan Kinerja Aparaturnya

0
180
Rahmat Effendi (Walikota Bekasi) dan Tri Adhianto (Wakil Walikota Bekasi) saat memberikan keterangan kepada media usai ikuti rapat Paripurna di DPRD Kota Bekasi.

BEKASI, (Garudanews.id) – Walikota Bekasi Rahmat Effendi akan kembalikan kewenangan SMA dan SMK ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Menurutnya, Kota Bekasi memiliki potensi pendapatan yang besar pendapatan tersebut, disetorkan ke Pemprov 70% dari total pendapatan, ia meminta kepada Pemprov Jabar untuk menyisihkan anggaran untuk bidang pendidikan.

“Nah kita minta dua puluh persen dari tujuh puluh persen untuk membiayai sharing, karena dua tahun yang lalu SMA dan SMK gratis, dan semenjak di pegang oleh provinsi harus bayaran lagi, nah itu yang akan kita kembalikan,” kata Rahmat Effendi usai rapat Paripurna di DPRD kota Bekasi, Jumat (21/9).

Ketika ditanya perihal defisit APBD Kota Bekasi, Rahmat Effendi bahwa hal tersebut masih menunggu rapat dengan DPRD, ia hanya menganggap bahwa hal tersebut adalah turbulensi, namun ia mengakui bahwa ada penurunan kinerja para aparatur pemerintahan.

“Kemarin selama 8 bulan ternyata kinerjanya turun, potensi tidak bisa dicapai sementara belanjanya jalan, itu yang saya anggap tadi turbulensi, kalau defisit itu nanti ditentukan oleh yang terhormat, defisit itu nanti pada saat sepakat dengan dprd katanya,” tandasnya.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini Kota Bekasi di terpa isu defisit APBD, salah satu kebijakan Walikota yang menuai polemik adalah Kartu Sehat (KS). Namun hal tersebut juga dibantah oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

“Kalau ada yang bilang kartu sehat membebani APBD, sekarang saya tanya, kalau harus terintregrasi dengan kartu lain dan kita bayar, Sekarang pemegang kartu NIK nya 600 ribu, penduduk kita ada 2,7 juta jiwa, jadi berapa yang belum kebawa? Kalau APBD itu ternyata lebih hemat dan lebih irit daripada saya intrlegritaskan kesana,” pungkasnya. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here