Walikota Bekasi Merespon Keluhan Warga Terkait Titik Eks Lokasi Penanaman Pipa

0
341
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi beserta dengan Kepala Disperkimtan Dadang Ginanjar dan Camat Jatiasih Nedan Sujana menuju lokasi pekerjaan penanaman pipa yang diadukan FKRW dan Ketua RW 11 Perum Dirgantara Permai Kelurahan Jatisari Kota Bekasi, Senin (11/12).

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Usai meluncurkan Proyek SPAM Jatisari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi beserta dengan Kepala Disperkimtan Dadang Ginanjar dan Camat Jatiasih Nedan Sujana menuju lokasi pekerjaan penanaman pipa yang diadukan FKRW dan Ketua RW 11 Perum Dirgantara Permai Kelurahan Jatisari Kota Bekasi, Senin (11/12).

Ketua FKRW (Purn) Kolonel Naryo mengatakan, bahwa ada permasalahan yang terjadi pada waktu pemasangan pipa yang dilakukan tidak sesuai dengan janjinya. Pihak yang mengerjakan berjanji akan diperbaiki tapi tidak sesuai dengan faktanya sehingga warga kecewa terutama warga RW 11 Perum Dirgantara Permai.

“Jalan lingkungan rusak dan ada saluran yang tertutup pipa sehingga mengakibatkan genangan saat hujan tiba,” ungkapnya.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat menjelaskan kepada jajarannya saat sidak di lokasi eks galian pipa.

Menanggapi permasalahan yang diutarakan oleh Ketua FKRW, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, bahwa tidak ada anak buah yang salah melainkan pemimpinnya. Seperti laporan yang disampaikan Ketua FKRW ini, hasil penggalian yang tidak diperbaiki lagi, pipa masih berantakan kemana-mana makanya Dirut PDAM menugaskan Direktur Teknisnya, Kepala Disbangkim menugaskan Kabid Lingkungannya dan Camat menugaskan Kasie Ekbangnya.

“Saya minta Disperkimtan, PDAM dan Camat dapat diselesaikan,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, Camat sebagai orang teknis jika menemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan besteknya lakukan langkah-langkah jangan dibiarkan siapapun yang kita berikan pekerjaan kepada pihak ketiga tentunya semua punya ruang kontrol dalam rangka memperbaiki kinerja.

“Jika pihak ketiga tidak melakukan kewajibannya dengan sebaik-baiknya lebih baik distop pekerjaannya, sebagai contoh dan shock terapi bagi pihaklainnya,” tegasnya.

“Saya hanya ingin para aparatur kerja bagus, dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan uang yang ada, efektif dan efisien,” tambahnya.

Terkait dengan dengan pengaduan yang disampaikan, Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Solihat memerintahkan kepada Direktur Umum dan Direktur Teknis untuk mengkoordinasikan dengan pihak terkait sehingga kedepan waktu progres 8 bulan pengerjaan tidak terkendala dengan hal-hal yang demikian.  (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here