Walikota Bekasi: Negara Kuat Dari Pajak Dan Retribusi

21

BEKASI, (Garudanews.id) – Musyawarah Perencanan Pembangunan (Musrebang) tingkat kota digelar. Kegiatan tersebut menampung berbagai usulan pembangunan dari mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan. Setelah melalui berbagai rangkaian, target pembangunan pada 2020 pun dipastikan akan berjalan.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi dalam keterangannya kepada media menuturkan bahwa rencana pembangunan di kota Bekasi pada 2020 akan menelan anggaran 6,8 Triliun rupiah.

“Baru direncanakan, Apbd belum ada uangnya, baru proyeksi,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi usai kegiatan RPJMD di Gedung Al Muhajirin, Rabu (13/03).

Ditambahkan Walikota Bekasi, anggaran tersebut nantinya akan menyasar pembangunan infrastruktur yang vital di Kota Bekasi. Jaringan IT, pembangunan polder air, serta ifrastruktur.

“Termasuk juga lalu lintas,” ujarnya

Ketika ditanya terkait dengan kenaikan pajak, Walikota Bekasi menuturkan bahwa kenaikan tersebut adalah hal yang wajar pada setiap daerah bahkan negara.

“Pajak itu adalah sumber kekuatan pembangunan, karena negara itu punya dua potensi, ada pajak dan retribusi,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, para lurah dan camat hadir untuk mendengarkan paparan dan aspirasinya yang telah disampaikan melalui Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan.

Seperti diketahui, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) naik 30% dari sebelumnya. Hal tersebut dikeluhkan oleh masyarakat yang menilai kenaikan tersebut sangat mendadak tanpa sosialisasi sebelumnya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.