Warga Keluhkan Dugaan Pungli di Pelabuhan Ba’a

0
397
Foto: Ilustrasi

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Dugaan pungutan liar yang terjadi di Pelabuhan Exspres Bahari Ba’a Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur viral di media sosial.

Terungkap melalui akun facebook Anak Rote Anti Korupsi (Arak) atas nama Armantho Bani,   mengeluhkan  besaran harga karcis masuk yang yang dibandrol oleh staf kantor pelabuhan, yang digawangi oleh Wilbrodus Thaal.

Dugaan pungli tersebut terkait biaya karcis masuk yang dilakukan oleh staf kantir UPP sendiri, di pintu masuk Pelabuhan  Ba’a.

Dalam curhatnya, Arak mengeluhkan tidak adanya karcis roda dua saat memasuki pintu pelabuhan.  Akan  tetapi setiap kendaraan roda dua memasuki are pintu masuk dengan menggunakan karcis roda Empat.

Sementera itu, Kepala UPP Rote Ndao, Wilbrodus Thaal saat di konfirmasi oleh media ini terkait adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh bawahannya, namun sayang yang bersangkutan tidak ada di tempat.

“Bapa tidak ada di kantor. Beliau sedang rapat dengan Kementerian di Jakarta,” ujar salah seorang setafnya, baru-baru ini.

Diketahui, dalam akun facebooknya Arak curhat terkait dengan besaran biaya angkutan motor roda dua akan tetapi dibebankan biaya kendaraan roda empat. Dia menceritakan saat melakukan perjalanan dari Rote ke Kupang melalui Pelabuhan Ba’a.

Dimana untuk kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp4000, saat memasuki Pelabuhan tersebut.

Sementara untuk kendaraan pick up, sedan, jeep, dan sejenisnya dipungut biaya masuk sebesar Rp2000 per hari per kendaraan.

Terkait dengan kasus tersebut, Dirjen Kementerian Perhubungan Laut,  Arif Toha yang di konfirmasi persoalan pungli di pelabuhan Exspres Bahari Rote Ndao, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan konfirmasi kepada kepala kantor perwakilan.

“Iya pak kami segera mengecek atas persoalan yang terjadi di Pelabuhan Exspres Bahari Rote,” ungkap Arif.  (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here