Warga Menyoal Proyek Bendungan Gunakan Pasir Berdebu

0
137

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Pemerintahan Joko Widodo saat ini tengah menggenjot proyek pembangunan infrastruktur. Hal itu guna mendukung sarana transportasi agar mempercepat pemerataan ekonomi di penjuru Tanah Air.

Baiik itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan DAU maupun sumber anggaran dari daerah.

Namun, sayangnya ditengah menggeliatnya proyek pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sarana pendukung fasilitas masyarakat seperti pembangunan embung dan sarana sosial lainnya, masih saja ada oknum yang memanfaatkan program pembangunan tersebut demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Seperti, proyek pembangunan bendungan dan jaringan irigasi bernilai Rp270.073.000, di Desa Batulilok, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rite Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) .

Sejumlah pihak menyoal kualitas bangunan tersebut. Pasalnya, bahan material tidak sesuai spak yang telah ditentukan.

Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang, bahwa proyek tersebut diduga dikerjakan oleh salah satu kontraktor juga merupakan anggota kepolisian yang bertugas di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pekerjaan bendungan Moresa di Desa Batulilok, yang dikerjakan oleh CV EP, terlihat bahan material yang di lokasi tidak memenuhi standar.

“Bendungan yang sementara ini yang digunakan oleh masyarakat Desa Batulilok, saat musim hujan terancam àmbruk. Karena dengan material yang di gunakan sekarang batu dan kayu pasir berlumpur, sudah barang tentu pekerjaan tidak bermutu,” ujar Kepala Desa Batulilok, Anto, saat memberikan keterangannya kepada wartawan baru-baru ini.

Pihaknya juga mengaku kecewa dengan kualitas bangunan bendungan tersebut. Karena, sewaktu-waktu air meluap bendungan tidak bisa menahan air.

Dimana, bendungan irigasi, mulai dibangun pada 24 Oktober 2018 dan akan berakhir pekerjaan pada Desember tanggal 22 Tahun 2018.

Sementara itu, orang yang diduga pemilik proyek pengerjaan bendungan tersebut saat dikonfirmasi membantah adanya tudingan warga terkait dengan material yang tidak sesuai dengan spaknya.

Apa yang warga katakan terkait bahan material dan banguna proyek miliknya dengan tegas ia tidak mengakui.

“Itu tidak benar, saya datang ke lokasi proyek itu karena dam truk saya di pakai oleh kontraktor untuk memuat material. Maka itu saya sama oto saya berada di situ,” kilahnya. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here