Yusril Minta Kegiatan Ekonomi Tidak Terhenti Akibat Aksi Teror

0
221
Pengacara Senior Yusril Ihza Mahendra. (Ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Serangkaian aksi teror melanda Surabaya, Minggu (13/5) yang mengakibatkan sedikitnya 10 orang menjadi korban. Setelah kejadian teror tersebut, banyak warga yang mengkhawatirkan dengan situasi dan kondisi saat ini. sehingga beberapa mall dan kegiatan bisnis serta kegiatan sekolah terhenti.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan teror bom di Surabaya yang terjadi harikemarin jangan sampai membuat kegiatan ekonomi terhenti.

Keadaan ini makin diperparah dengan peledakan bom bunuh diri susulan di depan gerbang Mapolresta Surabaya Senin pagi (14/5).

“Tujuan teror adalah menciptakan ketakutan yang meluas kepada warga masyarakat. Kalau ketakutan itu meluas  maka tujuan dari tindakan teror menjadi tercapai,” ucapnya, Senin (14/5). Lebih lanjut Yusril menuturkan, dengan meluasnya rasa takut, maka masyarakatpun enggan ke luar rumah dan melakukan aktivitas ekonomi.

“Bila keadaan ini berlanjut, maka perekonomian yang sudah lesu akan bertambah lesu, yang berpotensi meruntuhkan negara,” katanya.

Ia menegaskan, teror bom jangan membuat perhatian kita beralih dan lengah dari persoalan politik yang menjadi agenda nasional.

“Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, juga jangan memalingkan perhatian kita dari kesulitan ekonomi yang tengah melilit masyarakat, kurs dollar yang terus menekan rupiah dan beban utang negara yang kian mencemaskan,” tuturnya.

Lebih lanjut, bagi masyarakat kecil yang cari uang sehari untuk makan sehari, isyu teror bom yang bisa terjadi di mana saja, benar2 menyusahkan. Apalagi lusa kita sudah memasuki bulan Ramadhan, dan sebentar lagi lebaran. “Bayangkan puasa dan lebaran tidak punya uang”, dampaknya akan luar biasa bagi masyarakat kecil dan menengah,” ujarnya.

Karena itu, meskipun kita harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi serangan teroris dan bersatu padu melakukan perlawanan. Namun, jangan dilupakan adanya suasana yang kondusif agar beban hidup rakyat kecil tidak makin parah. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here