Jakarta Tetap Banjir, DPRD Ingatkan Ahok Jangan Salahkan Pihak Lain

56

JAKARTA (Garudanews.id) – Hujan yang mengguyur Ibukota pada Sabtu kemarin mengakibatkan  39 RW di Wilayah DKI Jakarta terendam banjir. Kali ini Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok rupanya sedang mencari dalih agar tidak mau disalahkan. Sudah seperti biasa, orang nomer satu di DKI ini sering menyalahkan pihak lain ketika banjir tiba.

Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mempertanyakan sesumbar Ahok yang menyatakan Jakarta sudah tahan banjir. DPRD DKI Jakarta mengingatkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih baik menyalahkan diri sendiri daripada sibuk mencari kambing hitam.

“Banjir, banjir, banjir Kemang, Ahok mau salahin siapa lagi yah‎..” kata Taufik kepada TeropongSenayan, di Jakarta, Minggu (28/8).
‎Saat ini fakta berkata lain ketika  DKI Jakarta mengalami banjir di beberapa titik.

“Sudah lah, ucapan Ahok itu salah semua. Hanya klaim dan jargon. Saya kira, saatnya Ahok salahin diri sendiri. Pemimpin itu harus bertanggungjawab,” kata Taufik.
Dia juga mengingatkan Ahok untuk tidak lagi mencari kambing hitam atas ketidakmampuannya mengatasi masalah banjir di Jakarta.

“Banjir Kemang suatu bukti kegagalan Ahok dalam mengatasi banjir Jakarta. Apalagi hujan kemarin Sabtu (27/8) terjadi dalam keadaan curah hujan sedang dan tidak lama. Masak baru hujan sebentar saja banjirnya seperti  itu, bagaimana dengan hujan beneran? Bisa tenggelam Jakarta,” tegas Ketua DPD Gerindra DKI ini.

“Katakan saja, mohon maaf dan saya akan bekerja lebih keras lagi untuk atasi banjir di Jakarta. Ini kan lebih elegan dan menyejukkan. Saya tidak habis pikir kalau besok Jakarta diguyur hujan besar selama sehari-semalam, terus Jakarta tenggelam. Nanti Ahok mau salahin siapa lagi,” cibir Taufik.

Sebelumnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD DKI Jakarta terdapat 39 RW di 15 kelurahan 8 kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir. Sebanyak 10.538 KK atau 31.622 jiwa terdampak langsung oleh banjir.

“Banjir di Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Kebayoran Baru, Cilandak, Cipete Selatan, Pasar Minggu, Mampang Prapatan, dan Pesanggrahan. Sedangkan di Jakarta Timur banjir di Kecamatan Pasar Rebo, Ciracas, dan Kramat Jati,” jelas Sutopo.

“Daerah yang paling parah terendam banjir adalah di Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru yang terendam banjir setinggi 90-100 centimeter. Sekitar 39 RT di 3 RW di daerah Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru yang terendam banjir. Banyak rumah dan kendaraan yang terjebak oleh banjir,” sambung dia.

Di Kecamatan Cilandak banjir setinggi 40-100 centimeter merendam tiga kelurahan dan sembilan RW yang meliputi 54 RT di Kelurahan Pondok Labu, Cipete Selatan, dan Gandaria Selatan. Tinggi banjir di Kelurahan Gandaria Selatan mencampai 70-100 centimeter.

“Kendaraan yang nekat melintas jalan akhirnya mogok di jalan. Begitu juga dengan banjir di Kecamatan Pasar Minggu yang meliputi Kelurahan Jatipadang dan Ragunan,” tuturnya.

Dampak banjir, selain menimbulkan ribuan rumah dan banyak kendaraan terendam banjir, juga menimbulkan kemacetan di berbagai ruas jalan. (Dhi/ts)

Anda mungkin juga berminat