Ogah Dikritik, Pemkot Copot Spanduk Aspirasi Warga Jati Asih

37

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Dikritisi warga Jati Asih yang memasang Spanduk bertuliskan ” Tolak Kebijakan Pepen – Ahok Truk Sampah Beroperasi 24 Jam & Penambahan Rute Jati Asih” di sejumlah ruas jalan, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi gerah. Ogah dikritisi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Rayendra Sukarmadji melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar segera mencopotkan spanduk yang dipasang oleh warga yang jengah dengan kebijakan walikota Bekasi tersebut.

Lewat grop Satuan Satpol PP, Sekda Kota Bekasi yang akrab disapa Roy itu langsung memerintahkan pencopotan. Sontak Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatPol PP) bergerak cepat memerintahkan anak buahnya mencopot spanduk yang diketahui dipasang di lima titik di Kota Bekasi, diantanya di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Sebelumnya juga, para warga Jati Asih yang diwakili oleh Pemuda Bekasi Bersatu (PBB) melakukan aksi sosial penolakan operasional truk sampah 24 jam serta penambahan akses melalui Jatiasih pada kegiatan  Car Free Day (CFD) dengan membagikan stiker dan pemasangan spanduk dan beberapa tempat di Kota Bekasi dengan tulisan bahwa kami menolak rencana kebijakan penambahan rute jatiasih dan penambahan jam operasional  menjadi 24 jam.Mengetahui adanya pencopotan spanduk, Koordinator Aksi yang juga pemuda Jati Asih, Hasan Basri sangat menyesalkan tindakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang diduga anti kritik itu.

“Masa Pemkot Bekasi alergi sama aspirasi masyarakat. Seharusnya aspirasi itu ditampung, bukan malah jadi ketakutan dan menjadikan warga seperti musuh politik. Ini akan menimbulkan pertanyaan besar buat kami, pemerintah sebenarnya berpihak kepada siapa? Warga atau siapa,” tegasnya.

Dirinya sangat menyayangkan pencopotan spanduk tersebut yang dinilai pemerintah kota Bekasi tidak pro terhadap rakyatnya.” Spanduk aspirasi dan penyadaran hilang, tapi spanduk partai tak hilang.
Ada apa?,” ujarnya menyayangkan tindakan Pemkot Bekasi.

Dirinya menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam bertindak dan memutuskan suatu kebijakan jangan tembang pilih.” Pada prinsipnya jika saya harus bayar restribusi, maka saya akan bayar. Jangan tebang pilih, spanduk parpol pun bayar dong, tapi ini mereka tidak bayar tapi aman-aman saja tidak ada pencopotan. Ini membuktikan Pemkot Bekasi beserta jajarannya anti kritik,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Rayendra Sukarmadji ketika dikonfirmasi tidak menjawab dan membalas pesan Whatsup dari awak media. (Adhi)

(

Anda mungkin juga berminat