Komisi VII Kritik Rencana Pencabutan Subsidi Listrik 900 VA

43
Anggota DPR RI Komisi VIII

    Anggota DPR RI Komisi VIII

Jakarta (Garudanews.id) – Pemerintah melalui Kementerian Energidan Sumber daya Mineral (ESDM)  memastikan akan mencabut subsidi listrik 18,8juta pelanggan 900 Volt Ampere (VA) pada Januari 2017. Kebijakan itu diyakini mampu menghemat pengeluaran anggaran negara.

Komisi VII DPR sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, sudah menyetujui rencana pencabutan subsidi listrik tersebut. Meski begitu, masih ada sejumlah hal yang disorot salah satunya terkait data pasti kategori pelanggan 900 VA yang masih diberi subsidi dan yang tidak.

“Ini kategorinya seperti apa? Harus dilihat apakah pelanggan bisnis atau sosial,” ujar Anggota Komisi VII Ramson Siagian.

Pelanggan bisnis yang dimaksud Ramson yaitu rumah tangga yang menggunakanlistrik 900 VA untuk kepentingan usaha misalnya usaha kecil menengah. Pelanggan sosial yaitu rumah tangga yang penggunaan listriknya untuk kepentingan sosial misalnya untuk sekolah

Menurut dia, dua kategori pelanggan listrik  900 VA tersebut masih harus diberikan subsidi oleh pemerintah sebab pengunaan listriknya digunakan untuk kepentingan ekonomi dan masyarakat.

“Jadi enggak bisa semua dipukul rata,” kata Ramson.

Menaggapi kritikan itu, Dirjen Ketenaga listrikan memastikan pemerintah sudah memiliki komitmen tidak akan  menyentuh pengguna listrik  900 VA dengan kategori UKM dan sosial tersebut. Artinya, dua kategori pelanggan listrik tersebut tetap akan diberikan subsidi dari negara.

Diharapkan, penggunaan listrik tersebut bisa tetap berguna untuk kepentingan usaha dan juga kepentingan masyarakat sekitar. Cj

Anda mungkin juga berminat