Faisal Basri Sebut Kesenjangan Ekonomi Indonesia Kian Parah

137

JAKARTA (Garudanews.id) – Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri mengungkapkan kesenjangan ekonomi di Indonesia makin parah. Faisal menepis klaim pemerintahan Presiden Jokowi yang mengatakan kesenjangan ekonomi berkurang lantaran angka gini rasio yang makin baik.

“Pak Jokowi mengatakan kesenjangan berkurang karena gini rasio membaik. Itu kan berdasarkan angka pengeluaran. Mari kita lihat data pendapatan, maka orang kaya makin kaya, orang miskin tambah miskin yang terjadi di Indonesia,” papar Fasisal dalam acara peringatan 43 Malari di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (15/1).

Faisal mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara paling timpang dalam perekonomian. Pada tahun 2016, satu persen orang kaya menguasai 49,3 persen aset perekonomian Indonesia. Bahkan 75,7 persen aset perekonomian Indonensia dikuasai hanya oleh 10 persen orang kaya saja.

Angka itu menempatkan Indonesia berada di urutan nomor empat negara paling timpang dalam perekonomian, dibawah Rusia, India dan Thailand. Indonesia hanya lebih baik dari Brasil, China, Amerika, Afrika Selatan dan Meksiko dalam soal ketimpangan perekonomian di dalam negerinya.

“Sebagian besar atau sekitar 2/3 orang kaya di Indonesia tersebut mendapatkan kekayaan karena menjadi kroni atau orang dekat dengan kekuasaan,” papar Faisal. Dia mengungkapkan hal itu mengacu pada data The Crony Capitalism Index tahun 2016. Untuk hal ini Indonesia dibawah Rusia, Malaysia, Philipina, Singapura, Ukraina dan Meksiko.

Faisal menjelaskan bahwa angka gina rasio yang diukur berdasarkan besaran pengeluaran tidak bisa sepenuhnya memotret ketimpangan ekonomi. Dia mencontohkan, sekaya apapun orang, maka saat makan tetaplah satu-dua piring, sama dengan orang lain. “Meski punya 20 mobil, misalnya, kan tidak mungkin akan dipakai sekaligus dalam satu waktu,” ujarnya. (Rel/TS)

Anda mungkin juga berminat