Terkait Pelayanan, Warga Akan Bentuk Posko Pengaduan RSUD Bogor

39

Bogor (Garudanews.id) – Terkait kasus tertahanya bayi yang meninggal di RSUD Ciawi kemarin, warga Bogor Selatan berencana membuka Posko Pengaduan Pelayanan RSUD Ciawi. Hal tersebut disampaikan aktifis AMPB , Adi Prabowo di Ciawi, Selasa,3/01.

” Kami sering mendengar keluhan pasien terkait pelayanan RSUD Ciawi. Dari mulai penolakan menerima pasien dengan alasan kamar penuh, pelayanan yang tidak ramah hingga masalah pembayaran” ujar Adi.

Menurut Adi, Mestinya RSUD bisa lebih humanis dan komunikatif dengan pasien. ” Jangan arogan dan harus mengutamakan pasien berekonomi lemah. Karena pelayanan kesehatan menjadi hal yang sensitif dalam pemerintahan. Apalagi Kabupaten Bogor mempunyai misi menjadi Kabupaten Termaju . untuk itu nanti kita buat posko pengaduan pelayanan RSUD ” tambahnya.

Reaksi ini muncul saat terjadi kejadian tertahanya pasien bayi yang meninggal, sehingga harus menunggu satu hari untuk bisa di bawa pulang.

” Jangan sampai terjadi hal seperti kemarin, bayi meninggal harus tertahan satu hari di kamar jenasah. Kasihan. Ini sudah menyangkut perikemanusiaan. Prosedur bisa dibelakang. Komunikasi yang harus dibangun awal. Supaya keluarga korban bisa tenang dan kasusnya tidak merebak kemana mana” tandas pria yang aktif di berbagai kegiatan sosial kepada Garudanews.id.

Menanggapi gagasan posko pengaduan pelayanan RSUD , Dirut RSUD Ciawi, Drg. Hesti Suwandari mengatakan bahwa di internal rumah sakit sudah ada layanan pengaduan bagi pasien.

” Kan di dalam Rumah Sakit sudah ada kotak pengaduan. Pasien bisa mengadu disana. Atau melalui online di laras online. Kita evaluasi pengaduan yang masuk setiap bulan kok” ujarnya. Cj

RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor.
RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor.
Anda mungkin juga berminat