Abrasi di Kali Talau Atambua, Warga Tuding Pemerintah Tutup Mata

44

Atambua (Garudanews.id) — Longsor yang terjadi akibat abrasi kali Talau Atambua menyebabkan jarak rumah warga sepanjang bantaran kali, khususnya di RT 24/RW 4, Kelurahan Fatibenao B, kecamatan Kota Atambua hanya tersisa satu meter dari bibir jurang sedalam lebih dari 10 meter.

Warga setempat merasa tidak ada kepedulian dari pemerintah lantaran sudah disampaikan berkali-kali melalui berbagai forum termasuk pengaduan resmi ke pemerintah setempat namun belum ada penanganan apapun dan terkesan tutup mata dengan kehadian tersebut.

Salah satu warga setempat, Marsel Basu kepada Garudanews.id, Senin (27/2) gelisah melihat longsor yang semakin mendekati rumahnya.

“Kalau mau bilang kecewa, jelas kecewa. Ini sudah sejak tahun 2012 tapi tidak pernah ada tanggapan. Kami merasa seperti pemerintah tidak peduli dengan nasib kami,” ungkapnya.

Menurutnya, pada awal tahun 2016 lalu, terjadi longsor yang sama dan setelah ada pemberitaan di media massa, ada salah satu kontraktor yang melakukan aktifitas pengerukan di Kali Talau namun kemudian terhenti tanpa diketahui sebabnya.

“Tahun lalu sempat ada yang keruk kali, tapi hanya beberapa hari saja, sudah berhenti. katanya ada masalah tapi kami tidak tahu persis. Kami minta ini segera ditangani pemerintah,” pintanya. (Dance/Hnn)

Anda mungkin juga berminat