Alquran Dari Kulit Kayu Masih Tersimpan di NTT

54

Alor (Garudanews.id) – Merupakan salah satu Kabupaten di NTT dengan ibu kota, Kalabahi. Kabupaten Alor merupakan salah satu pulau terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Demokratik Timor Leste.

Sebelum masuknya agama, penduduk Alor menganut paham animisme dan dinamisme. Saat ini, mayoritas penduduk Alor adalah penganut agama Kristen, sedangkan sisanya menganut agama Islam, Budha dan Hindu.

Lantas, agama mana yang pertama masuk ke Alor? Menurut Hans Itta, salah satu peneliti dan penulis buku tentang Alor, agama Islam merupakan agama pertama yang masuk ke Alor pada 1522 melalui mubaligh dari Kesultanan Ternate bernama Mukhtar Likur.

Ia masuk melalui Desa Gelubala (sekarang Baranusa) di Pulau Pantar. “Dari tempat ini, Islam mulai menyebar ke arah timur dan masuk ke desa-desa di Alor lainnya seperti Bungabali (sekarang Alor Besar), Alor Kecil, Dulolong dan lainnya,” ujar Hans Ita, beberapa waktu lalu.

Pada 1523, lanjut Hans, tibalah lima orang bersaudara dari Ternate bernama Iang Gogo, Kima Gogo, Karim Gogo, Sulaiman Gogo dan Yunus Gogo. Mereka memiliki misi yang sama dengan Mukhtar Likur, yaitu menyebarkan ajaran Islam di Kepulauan Alor.

Untuk mencapai tujuan itu, mereka berpisah dan menyebar ke berbagai desa di Alor. Iang Gogo menetap di Bungabali, Kima Gogo memilih ke Malu/Kui/Lerabaing, Karim Gogo di Malaga, Sulaiman Gogo di Panje sebuah desa di ujung paling utara Pulau Pantar, sedangkan Yunus Gogo dan Abdulah menetap di Gelubala, Baranusa.

Bermodalkan Alquran dan pisau khitan yang dibawa dari Ternate, Iang Gogo kemudian menyebarkan agama Islam. Dia berhasil meng-Islamkan Raja Alor Besar bernama Baololong I, yang sebelumnya penganut animisme.
Alquran Kulit Kayu

Di Alor Besar, Iang Gogo meninggalkan suatu peninggalan bersejarah berupa sebuah kitab suci Alquran yang ditulis tangan di kertas kulit kayu. Saat ini, Alquran tersebut disimpan oleh Saleh Panggo Gogo yang merupakan generasi ke-13 keturunan Iang Gogo di Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut.

Kitab suci agama Islam dari kulit kayu tersebut berisikan ayat-ayat Alquran lengkap 30 juz (114 surat) dengan pembungkus berupa kotak kayu. Diperkirakan, Alquran itu ditulis pada Abad XII hingga abad XV di Maluku Utara.
( Dance/Hnn)

Anda mungkin juga berminat