MoU Toko Modern IM & AM Dipertanyakan

68

Kota Bekasi (Garudanews.id) – TOREN (Toko Modern) di Kota Bekasi cukup berkembang pesat. Didalamnya ada dua Toren menyolok yaitu Alfamart (AM) dan Indomaret (IM) .

Toren AM dan IM tersebar merata pada 12 Kecamatan di Kota Bekasi.

Bila mengacu pada MoU yang disepakati oleh pihak Pemerintah Kota Bekasi bersama Toren AM dan IM pada tahun 2014, kuotanya dibatasi hanya berkisar 360 unit gerai untuk AM dan 381 unit gerai untuk IM.

Berdasarkan isi dari MoU tersebut, baik AM dan IM tidak diperbolehkan menambah unit gerai mereka. Juga, harus tetap berkoordinasi dengan pihak Pemkot Bekasi terkait, seperti Dinas Disperindag, perihal rekomendasi ijin oprerasional, sedangkan perihal rekomendasi IMB melalui Dinas PUPR. Namun, secara administratif wajib berawal pengurusan di Dinas PMPPT Kota Bekasi.

Padahal, berdasar info yang dihimpun dari Dinas Disperindag ditahun 2016 (waktu itu Disperindagkop, red), bahwa sebelum penandatanganan MoU pada tahun 2014 telah beroperasional berkisar 312 unit gerai IM, begitupula dengan AM dengan nominal unit gerai yang kisarannya hampir sama.

“MoU yang seharusnya berakhir pada Desember 2016 dan harusnya diperpanjang pada Januari 2017, sampai saat ini (Akhir Februari 2017) diduga belum ada kejelasan. Pasalnya, toko modern AM dan IM terus terpantau berjamur di Kota Bekasi,” tutur Hutajulu seorang Pengamat lokal (28/2).

“Terpapar jelas bahwa lemahnya keseriusan pihak Disperindag yang merupakan represenrasi Pemkot Bekasi, dalam memantau Toren, khususnya terkait Toren IM dan AM, yang cukup berkembang pesat saat ini di Kota Bekasi,” ujar Niko selaku Pengamat kebijakan publik pada Awak Media Selasa (28/2).

Chardiman – Kabid Perdagangan memberi pernyataan mewakili Kepala Dinas Perindag mengatakan, “Sehubungan Toko Modern MoU dengan mereka (AM dan IM), sepertinya diperpanjang dengan pertimbangan bahwa mereka harus menampung tenaga kerja dari sekitar toko mereka berdiri”, ungkapnya beberapa waktu lalu.

Namun, ketika diminta memperlihatkan fisik MoU tersebut, Chardiman tak bisa menunjukannya. Alasannya dirinya merupakan pejabat baru jadi harus berkoordinasi dengan atasan terlebih dahulu.

Sampai berita ini diturunkan, awak Media belum mendapat tanggapan resmi terkait ulasan tersebut dari Kadis Disperindag. (M-3L)

Anda mungkin juga berminat