Bentrok Angkot VS Ojeg Online, Kota Bogor Mencekam

63

 Bogor ( Garudanews.id ) – Bogor mencekam pasca demo yang dilakukan sopir angkot tadi pagi. Mereka memprotes keberadaan ojek online di Kota Bogor. Informasi yang dihimpun, serangan ojek online kepada sopir angkot ini merupakan aksi balasan. Sebab, pada Senin pagi, beberapa ojek online dihadang dan dikejar di Jalan KH Sholeh Iskandar.

Ojek online yang membawa anak sekolah berseragam SMP dipaksa berhenti. Spontan, anak sekolah yang dibawa ojek online turun. Sementara tukang ojek dikejar, namun berhasil melarikan diri.

Aksi itu terjadi sesaat sebelum para sopir angkot melakukan aksi demonstrasi menuntut pelarangan transportasi online di DPRD dan Balai Kota Bogor.

Jelang petang ratusan ojek online cegat angkot di Taman Yasmin Bogor. Dua angkot di Jalan Abdullah bin Nuh Taman Yasmin hancur diserang driver ojek online.

Dua angkot 32 jurusan Cibinong – Pagelaran tersebut  dikemudikan oleh Ujang dan Bacun. Beruntung keduanya selamat karena berhasil melarikan diri.

Beberapa saat kemudian, para ojek online kembali melakukan sweeping di depan Giant Taman Yasmin Bogor. Mereka menghadang sopir angkot 32 yang melintas.

Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, kerusuhan ojek online vs angkot bermula dari informasi adanya driver ojek yang sengaja ditabrak angkot. Hal itulah yang memicu kemarahan driver ojek online.

“Saya dan kepolisian sedang kordinasikan untuk meredam konflik. Ada miskomunikasi. Barusan saya tengok supir gojek yang katanya ditabrak sengaja oleh angkot dan menimbulkan gejolak dari supir ojek. Tapi itu ternyata kecelakaan murni,” ujar Bima Arya di Grup WA Bogor Sahabats (BoBats).

Hingga Senin petang (20/3), suasana di Taman Yasmin Bogor masih mencekam. Akses masuk ke toko swalayan Giant Yasmin Bogor pun ditutup sementara. Pihak security melarang pengendara roda dua dan roda empat masuk ke area Giant.

Puluhan aparat kepolisian turun ke lokasi kejadian untuk meredam aksi tawuran antara sopir angkot dan tukang ojek.

Sopir angkot 32, Hermawan Setiawan (38) mengatakan, para sopir angkot 32 dihadang oleh tukang ojek tepat di depan RS Hermina Bogor.

“Mereka ngumpul di depan Radar. Teman kami yang lewat di depan RS Hermina langsung diserang pakai batu,” ujar Hermawan.

Akibatnya, kaca jendela angkot pecah. Para penumpang angkot panik. Sedangkan sopir angkot kabur menyelamatkan diri.

Beruntung puluhan aparat kepolisian sigap mengamankan lokasi kejadian. Polisi mencegah aksi tawuran ojek online vs angkot di depan Giant. Pukul 21.30 massa sudah mulai meninggalkan lokasi. Tinggal aparat Polisi dan TNi yang berjaga-jaga. (G1)

Anda mungkin juga berminat