Cegah Konflik Horizontal, SKB Tiga Menteri Agar Dipertahankan

38

PALEMBANG (Garudanews.id) – Adanya wacana pemerintah yang akan mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, terkait dengan pendirian Rumah Ibadah, mendapat tanggapan dari KH. Solihin Hasibuan, atau yang sering akrab dipanggil Ustadz Hasibuan, Pengasuh Pondok Pesantren Azziyatuna, Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Menurutnya, keberadaan SKB Tiga Menteri yang ada saat ini sudah bagus. Tinggal bagaimana menguatkan hubungan antar umat beragama.

Adapun wacana pencabutan SKB, Ustadz Hasibuan mengaku tidak setuju. Karena, kata dia, dengan adanya SKB yang sudah disepakati saja, masih terjadi manipulasi data warga.

“Sebagai contoh, dikampung A jumlah umat agama tertentu tidak signifikan, akan tetapi sekelompok orang yang mewakilinya, membawa sejumlah data terkait permohonan pembangunan rumah ibadah ke Pemerintah Daerah (Pemda) dengan  diserati data jamaatnya, akan tetapi setelah di kroschek, nama-nama yang tercantum tidak ada,” itu kan namanya manipulasi.

Apalagi, lanjut Ustadz Hasibuan, ketika SKB itu benar-benar dicabut, sudah barang tentu akan menimbulkan masalah baru. Sehingga dengan mudahnya mendirikan rumah ibadah, meski jumlah jamaahnya tidak seberapa.

“Dan dipastikan banyak mudhorotnya selain itu akan memicu konflik horizontal,” ujar alumni Pesantren Gontor itu, kepada Garudanews.id, Selasa (7/3).

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa saat ini banyak isu keagamaan mulai di selewengkan, dengan dalih makna NKRI dan pluralisme dan adanya persamaan.

“Makanya harus dijelaskan bahwa faham di Indonesia ini, bahwa umat islam bangsa indonesia hampir sembilan puluh persen. Peran ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan cukup besar. Jangan sampai setelah merdeka seperti saat ini  peran ulama dinafikan begitu saja, kemudian lebih mementingkan kelompok minoritas. Harus seimbang lah. Islam agama rahmatanlilalamin. Islam tidak pernah membeda-bedakan Sara,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya berharap agar wacana pencabutan SKB Tiga Menteri jangan sampai terjadi.

Sementara itu, Dony Afriyadi (40) salah satu warga Kabupaten Tangerang juga berharap agar pemerintah konsisten dalam menghadapi persoalan umat.

“Karena persoalan gesekan antara pemerintah dengan ulama saja belum selesai, kumudian kalau SKB Tiga Menteri ini kembali dicabut, dikhawatirkan ada polemik baru. Kami juga heran kenapa kebijakan pemerintah saat ini terus menimbulkan kontrofersi dengan umat islam pada khususnya,”ujar Dony

Padahal, kata dia, masih banyak persoalan lain yang belum tertangani oleh bangsa ini,  seperti gejolak kenaikan harga bahan pokok kemudian meningkatnya angka pengangguran.

“Belum lagi persoalan korupsi yang dilakukan oleh sejumlah pejabat di negeri ini. Tentunya harus mendapat perhatian serius. Karena persoalan umat sudah ada yang mengurus, sesuai dengan panutan masing-masing,” pungkasnya. (Nyto)

Anda mungkin juga berminat