Papan Reklame Roboh Timpa Sopir Angkot

112

Kota Bekasi (Garudanews.id)  – Papan reklame berukuran 10×5 meter di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Medansatria, Kecamatan Medansatria, roboh dan menimpa angkot K-25. Seorang sopir angkot K-25, Karyadi (54) mengalami luka serius pada bagian bahu, punggung dan pundaknya. Keberadaan papan reklame di Kota Bekasi memang cukup rentan roboh. Hal ini dikarenakan jarangnya pengontrolan dari dinas terkait. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, robohnya papan reklame tersebut karena tidak adanya tiang penyangga yang menahan beban reklame.

“Identifikasi awal dilihat dari robohnya baliho itu adalah tidak kuatnya sambungan antara bando dengan besi penahannya. Struktur di bawahnya tidak kuat. Jadi ada sambungan yang kemudian lepas,” ujar Tri Adhianto saat mengecek robohnya papan reklame, Kamis (02/03).

Insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama Pemkot Bekasi, khususnya Dinas PUPR. Menurut Tri, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap izin papan reklame yang ada di Kota Bekasi. Papan reklame yang roboh di jalan Sultan Agung tersebut sudah berdiri sejak tahun 2012 lalu, ia menjelaskan, bahwa dari faktor usiannya, reklame tersebut masih memenuhi persyartan.
“Harusnya evaluasi memang dilakukan per tiga bulan. Reklame ini dipasang dari tahun 2012. Jadi sebenarnya kalau dilihat dari umur ekonomis, mestinya masih memenuhi syarat karena umur ekonomisnya sepuluh tahun,” jelasnya.

Tri mengukapkan, banyak faktor yang memicu robohnya baliho, disamping konstruksinya yang kurang kokoh. Kabarnya papan reklame tersebut, lanjut Tri, pernah terbakar karena petasan. Sehingga kemungkinan peristiwa kebakaran tersebut bisa mempengaruhi rapuhnya konstruksi penyangga.
“Kami akan memanggil PT Diva Intan Putripratama, selaku pemilik izin reklame tersebut. Jika terbukti bersalah, pemilik dapat dikenakan sanksi. Dan kami juga tidak akan memberikan izin perpanjangan papan reklame kepada perusahaan itu,” tegasnya.

Dari insiden ini Pemkot Bekasi akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap reklame dan bando yang ada di pinggir jalan, serta tidak menutup kemungkinan juga dilakukan evaluasi terhadap jembatan penyeberangan orang (JPO),” tambahnya. (AD)

Anda mungkin juga berminat