Polisi Diminta Mengusut Atas Meninggalnya Dua Santri Al Zaytun

66

Surabaya (Garudanews.id) – Praktisi pendidikan, DR.Adhi S, ikut berbela sungkawa menyusul meninggalnya dua santri Al Zaytun yang teggelam di kolam ikan berada dilingkungan pesantren, saat mengikuti pelatihan pramuka.

Dia pun sangat menyayangkan pihak pembimmbing maupun manajemen pesantren yang terkesan memaksakan kehendak sehingga berakibat fatal kepada santri.

Padahal, kata Adhi, pelatihan pramuka pada dasarnya untuk menjamin dan melindungi kepentingan anggota dalam hubungan satu sama lain, dan dengan masyarakat luas pada umumnya.

Adhi mengatakan, seharusnya mudaris (guru) atau pun pembimbing  peka terhadap kondisi, baik lingkungan maupun cuaca.  Pelatihan pramuka kepada santri tujuannya agar dapat memahami segala disiplin, baik itu menjadi seorang pemimpin maupun bagaimana mengolah ketrampilan saat terjadi persoalan ditengah masyarakat.

“Bagaimana nanti saat diterjunkan ditengah masyarakat, dalam pelatihan saja seorang pembimbing melakukan kecerobohan,” kata Adhi, yang juga pengajar di salah satu pesantren di wilayah Madura itu.

Menurut dia,  saat latihan biasanya telah dirumuskan semacam kode etik, yakni himpunan norma-norma yang disepakati dan ditetapkan oleh dan untuk para pembina latihan tertentu.

Etika latihan secara singkat dapat dirumuskan sebagai cabang dari ilmu etika yang secara kritis dan sistematis merefleksikan permasalahan moral yang melekat pada suatu aktivitas latihan.

“Etika latihan juga dapat dimengerti sebagai nilai-nilai dan asas-asas moral yang melekat pada pelaksanaan fungsi latihan tertentu dan wajib diperhatikan oleh pembina dan pelaksana latihan tersebut terlebih lagi bahwa Gugus Depan Pramuka ini berada dalam lingkungan pondok pesantren yang seharusnya lebih paham dalam mengimplementasikannya karena terkait erat dengan pendidikan moral untuk membentuk santri yang memiliki akhlaqul karimah,” pungkasnya.

Pihaknya juga meminta jajaran kepolisian agar dapat mengusut adanya insiden tersebut dan mengungkap siapa yang paling bertanggungjawab atas meninggalnya dua orang santri itu.

“Kami berharap polisi sigap dan bisa mengusut tuntas. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” harap Adhi.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang santri Ma’had Al Zaytun, Desa Gantar, Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ditemukan tewas saat mengikuti pelatihan pramuka.

Keduanya ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan Al-Kautsar  yang berada dilingkungan pesantren, pada Minggu (5/3) malam.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus melalui pesan singkatnya ke sejumlah wartawan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kedua santri yang diketemukan dalam kondiai tewas nama Alfian Sidik (14) pelajar kelas 8 MTs Al-Zaytun yang berasal dari Tangerang dan satunya Nurcahyo Pangestu (14) pelajar kelas 8 F MTs Al-Zaytun berasal dari Depok,” kata Yusri di Cirebon Senin, (6/3). (Rel/Sep)

 

Anda mungkin juga berminat