Menko Darmin sebut surplus RI dengan AS hanya di perdagangan barang

55

JAKARTA (Garudanews.id)- Presiden Donald Trump berencana mengeluarkan perintah eksekutif untuk melakukan penyelidikan dagang AS dengan negara mitra. Salah satu negara yang masuk dalam daftar penyelidikan adalah Indonesia.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan keputusan AS memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara curang dalam perdagangan harus dikaji lebih dulu. Sebab, executive orders yang dikeluarkan oleh AS hanya menyatakan akan menganalisis dan mempelajari penyebab defisit di negara tersebut.

“Sebetulnya executive order butir pertama bunyinya menganalisis, mempelajari, sebab-sebab defisit. Nah itu dilihat dari 16 negara yang menjalin kerja sama dengan AS,” ungkap Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Kamis (6/4).

Menko Darmin mengakui dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami surplus dalam hubungan perdagangan dengan AS. Namun demikian, surplus dengan AS tidak boleh dilihat hanya dari segi perdagangan barang. Sebab, Indonesia dan AS memiliki kerjasama bilateral yang lain, yang sama-sama memberi keuntungan bagi keduanya.

“Ya memang 3 sampai 4 tahun terakhir Indonesia itu surplus mungkin USD 8,5 miliar per tahun. Tetapi yang perlu juga diperhatikan, itu juga hanya perdagangan barang,” ungkapnya.

“Hubungan kita dengan AS ya tidak hanya perdagangan barang, ada perdagangan jasa, ada investasi, ada pengiriman profit dan sebagainya. Kalau digabung semuanya, ceritanya ya belum tentu seperti perdagangan barang (surplus),Seperti yang dikutip Merdeka.

Menko Darmin mengatakan pemerintah akan tetap melakukan pendekatan komunikasi dengan pemerintah AS mengenai hal tersebut. “Kita tentu saja akan kembangkan pendekatan itu, dalam nanti komunikasi dengan pemerintah AS. Nah, selanjutnya adalah kita tentu mempelajari apa saja yang bisa dipakai oleh mereka untuk apa, katakanlah mempermasalahkan Indonesia. Ya kita siapkan,” tegasnya

(Sep)

Anda mungkin juga berminat