3 Hari Razia, 32 Bus Wisata Di Pulangkan Polres Bogor

119

Bogor (Garudanews.id)-Satuan Lalu Lintas Polres Bogor (Satlantas) dan Dinas Perhubungan (Dishub) merazia bus pariwisata yang menuju kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Razia dilakukan guna mencegah bus-bus tidak laik jalan masuk ke jalur Puncak.

Dari hasil razia selama tiga hari, ada 32 bus yang dinilai tidak laik jalan. Sebanyak 40 bus ditilang polisi dan 52 bus terkena razia Dishub Kabupaten Bogor.

“Selama tiga hari (libur long weekend), yakni dari hari Sabtu-Senin, kita lakukan razia terhadap bus yang mengarah ke Puncak. Hasilnya, ada 32 bus yang kita minta putar arah ke Jakarta karena sangat tidak laik jalan, di antaranya karena rem tangan tidak berfungsi, kampas rem tipis, ban gundul, dan beberapa penyebab lainnya,” kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama, Selasa (2/5).

Bus-bus yang diminta memutar arah tersebut merupakan bus pariwisata yang tengah mengangkut wisatawan yang hendak berlibur ke Puncak. Bus yang dianggap tidak laik jalan kemudian ditampung di unit laka Tol Jagorawi yang berada di GT Ciawi.

Razia dilakukan petugas di Km 47 Tol Jagorawi. Polisi meminta perusahaan otobus mengganti armadanya bila tetap ingin melanjutkan perjalanan ke Puncak.

“Jadi hasil razia selama tiga hari itu, ada 15 bus yang kita tahan karena surat-surat tidak lengkap. Sebanyak 32 bus kita putar balikkan karena bus bermasalah, 52 bus ditilang oleh Dishub dan dari 52 bus itu, ada 40 bus yang ditilang oleh kepolisian,” terang Hasby.

Polisi meminta masyarakat lebih cermat dan waspada saat akan menyewa bus saat akan berwisata. Tindakan ini penting untuk mencegah digunakannya kendaraan tak laik jalan.

” Jika masyarakat ingin memesan bus, maka yang harus dilakukan adalah meminta kiriman foto atau diperlihatkan apakah pengemudi memiliki sim, membawa Stnk dan memiliki KIR sehingga secara administrasi layak jalan” Pungkas Hasby. Cj

Anda mungkin juga berminat