Pengusaha Besarpun Parkir Bus Di Badan Jalan Puncak, Bogor

89

Bogor (Garudanews.id)-Permasalahan badan jalan di jalan Raya Puncak sepertinya bukan hanya permasalahan pedagang Kaki Lima. Pedagang besar pun ternyata juga banyak melakukan pelanggaran badan jalan. Salah satunya adalah kios oleh-oleh Priangan Sari yang berada di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Lahan Parkir di Priangan Sari ini terlalu kecil untuk ukuran bis besar. Sehingga tak jarang parkir bis nya hingga meluber di badan jalan depan toko oleh-olehnya. Tentu saja hal tersebut mengganggu pengendara yang lain, apalagi saat kondisi jalan yang lagi ramai seperti di musim liburan sekarang ini.

Beberapa kali Garudanews.id melihat bis – bis besar parkir di badan jalan toko tersebut. Seperti yang nampak pada hari ini, Rabu, 10/05, pukul 14.50 Wib.
Nampak dua bus besar parkir berjajar di badan jalan. Sementara area parkir penuh dengan bus- bus yang lain.

Semua sopir bus yang masuk area oleh-oleh Priangan Sari rata-rata mendapat uang saku 200-250 ribu per bis. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi sopir bis Pariwisata untuk membawa penumpangnya ke Priangan Sari.

Menurut salah satu penggiat sosial di Puncak, Azet Basuni, permasalahan pelanggaran badan jalan justru banyak dilanggar oleh pengusaha besar. Namun selama ini yang di sorot cuma pedagang kecil.

” Lihat saja parkiran Priangan Sari di kopo dan Cibogo serta Gadog. Begitu pula Restoran Cimori Megamendung. Bus – bus besar parkirnya hingga di badan jalan” ujar Azet.

Mestinya pemerintah itu bisa lebih bijak dengan menertibkan para pengusaha besar dulu sebelum menggususur pedagang kecil.

Terkait Rest Area swasta yang banyak bertebaran di Jalan Raya Puncak, Azet mengatakan juga mengakibatkan persaingan usaha yang mengorbankan pedagang kecil. ” khususnya pedagang oleh-oleh. Dengan uang yg begitu besar di berikan kepada sopir bis, tidak ada kesempatan bagi pedagang kecil menikmati kue ekonomi pariwasata Puncak. Mestinya pemerintah memperhatikan ini. Karena sangat besar potensi ekonomi di bidang oleh-oleh di puncak. Untuk uang jatah sopir saja perbulan bisa mencapai 300 juta per bulan. Itukan hanya 10% dari uang yang di belanjakan penumpang” pungkasnya. Cj

Anda mungkin juga berminat