Aher disentil Jokowi, Jumlah Pengangguran Jabar Meningkat

118

JAKARTA (Garudanews.id)- Presiden Joko Widodo meminta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  proaktif dalam menyelesaikan persoalan di Jawa Barat. Di antaranya soal pembebasan lahan, revisi RT-RW, maupun proses pembangunan infrastruktur.

“Saya minta Gubernur maupun pemerintah daerah bisa lebih proaktif terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih dihadapi di lapangan,” kata Jokowi saat memberikan pengantar rapat terbatas tentang evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Jawa Barat di Kantor Presiden, Jakarta Selasa (2/5).

Jokowi menegaskan, provinsi Jawa Barat harus bisa menumbuhkan ekonomi di atas 5,67 persen sehingga bisa membuka lapangan kerja lebih banyak. Saat ini, kata Jokowi, pengangguran di Jawa Barat malah meningkat dari tahun sebelumnya.

“Data yang saya peroleh menunjukkan peningkatan jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2016 sebesar 8,89 persen sedikit mengalami peningkatan dari 8,72 persen di tahun 2015,” ungkap mantan Wali Kota Solo ini.

Untuk diketahui, pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat capai 5,67 persen.

Sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota, kata Jokowi, Jawa Barat memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola daerah. Selain berperan menyediakan bahan baku untuk ibu kota, Jawa Barat juga menjadi penampung luberan investasi di sektor industri yang tidak bisa dilakukan oleh DKI.Seperti dikutip Merdeka.com.

“Kedua provinsi (DKI dan Jawa Barat) memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat. Keterkaitan ekonomi antara dua provinsi ini perlu disiapkan dengan baik, membutuhkan konektivitas, membutuhkan integrasi, membutuhkan sinergi yang lebih kuat lagi,” ujar Jokowi.

(Chep)

Anda mungkin juga berminat