Oknum Pegawai UPP Pelabuhan Ba’a Diduga “Bermain” BBM Industri

67

ROTE NDAO (Garudanews.id) –  Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dipasok oleh kapal tanker SPBU INNEKE 01 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao diduga tidak hanya dinikmati oleh masyarakat tetapi juga dipergunakan secara illegal oleh puluhan perusahaan yang seharusnya memanfaatkan BM jenis industri.

Marketing Branch Manager PT.Pertamina Perwakilan NTT, Fanda Chrismianto yang dihubungi media naru-baru ini menyampaikan bahwa selama ini untuk keperluan BBBM industri di Kabupaten Rote Ndao sampai saat ini hanya satu perusahan yang menyuplai yakni PLN sedangkan untuk sector industri lainnya pihaknya sama sekali belum suplai.

“Bahwa di Rote Ndao hingga data bulan April tidak ada penebusan BBM industri atas nama customer PT.Tunas Baru Abadi (TBA). Dirinya baru tahu kalau PT.TBA menggunakan BBM industri setelah membaca pemberitaan media,” ujarnya. Demikian sebagaimana zonaline memberitakan yang dilansir Garudanews, Sabtu, (10/6).

Fanda juga mengatakan, untuk pasokan BBM industry tidak ada kuota jadi disuplai sesuai kebutuhannya. Ia membenarkan kalau PT.Kupang Energi Industri (KEI) adalah penyalur BBM industri. Begitu pun demikian, ia tidak mengetahui PT.Irfandi juga sebagai penyalur BBM industri.

Penjelasan Fanda  Chrismianto selaku Marketing Branch Manager PT.Pertamina Perwakilan NTT, jelas bertolak belakang dengan penjelasan yang disampaikan oleh Yunus Kolifay selaku perwakilan PT.Irfandi yang menyebut diri nya sebagai pemasok BBM industri di Kabupaten Rote Ndao. Yunus Kolifai yang juga bekerja sebagai pegawai di UPP Pelabuhan Ba’a kepada salahsatu media, beberapa waktu lalu mengatakan kalau pihaknya sebagai penyalur BBM industri di Rote Ndao dengan dasar kerjasama antara pihak perusahan Iralin yang direkturnya Irfan Kolifay terdapat kesepakatan dan kesepahaman bersama perusahan Bungker Service Indonesia (BSI) di Surabaya dan diteruskan oleh pihak Kupang Energy Industri.

Yunus kolifay juga menyampaikan bahwa untuk penggunaan BBM industry yang mendatangi pihaknya sejak tahun 2016 sampai dengan bulan Juni tahun 2017 baru satu pihak kontraktor di Kabupaten Rote Ndao yang membeli BBM industri untuk kegiatan operasional proyeknya yakni dari PT.Tunas Baru Abadi.

Yunus Kolifay yang berkali – kali dihubungi media ini untuk diwawancarai hanya menyampaikan kalau dirinya sedang berada di luar kota dan dia tidak ingin diwawancarai. Ia juga sering tidak mengangkat telefon masuk. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat