Bank Mandiri Dukung UMKM Sektor Pariwisata di NTB

78

MATARAM (Garudanews.id) – Bank Mandiri mendukung para pelaku UMKM bidang pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Area Head Bank Mandiri Mataram, Gunawan Edi Sasongko mengatakan, para pelaku UMKM memiliki andil besar dalam kemajuan sektor pariwisata di daerah, tak terkecuali di NTB. Terlebih, menurut Gunawan, NTB mulai menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan, baik wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, untuk menghabiskan liburannya di NTB, terutama Pulau Lombok dengan branding wisata halalnya.

Dari aspek perbankan, lanjut Gunawan, Bank Mandiri mendorong para pelaku UMKM di NTB menggunakan sistem pembayaran non tunai dalam transaksinya kepada pembeli.

“Transaksi non tunai terbukti memiliki keunggulan, antara lain mengurangi risiko uang palsu, mengurangi rupiah yang beredar, pengelolaan keuangan lebih efektif, transaksi lebih aman dan efisien, dilakukan joint promo dengan perbankan, dapat meningkatkan transaksi pembelanjaan, serta pendapatan masyarakat meningkat,” kata Gunawan dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Peran Digital Banking Mendorong Pertumbuhan Ekonomi NTB Pada Sektor Pariwisata dan Industri Kreatif di Hotel Fizz, Mataram, Rabu (26/7).

Gunawan menambahkan, konsep transaksi non tunai dengan menggunakan mesin EDC tentu semakin memudahkan wisatawan dalam melakukan transaksi kala melancong ke NTB. Berdasarkan data yang ada, Gunawan menyebutkan, saat ini terdapat sedikitnya 2.758 mesin EDC Mandiri yang tersebar di seluruh NTB, di mana terbanyak berada di Pulau Lombok.

Fokus Bank Mandiri di NTB untuk pengembangan wisata NTB menyasar pada sektor UMKM,” lanjut Gunawan.

Gunawan menyampaikan sektor UMKM menjadi salah satu kunci bagi kemajuan pariwisata daerah. Berbeda dengan Bali, di mana Bank Mandiri memfokuskan pembiayaan pada tempat penginapan seperti homestay dan villa, untuk NTB, Mandiri menaruh fokus pada industri turunannya seperti tempat kuliner dan oleh-oleh.

“UMKM seperti tempat kuliner dan oleh-oleh jadi fokus kita, karena terbukti tahan banting dan berperan penting bagi kemajuan wisata daerah,” tegas dia.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin yang menjadi keynote speaker mengapresiasi ajang FGD tersebut. Pria kelahiran Sumbawa itu berharap, ajang FGD bisa menjadi referensi dan rekomendasi bagi pemerintah daerah terutama dinas terkait dalam mengambil kebijakan terkait sektor pariwisata.

“Dampak hadirnya sektor pariwisata sudah terasa dengan pertumbuhan yang cukup signifikan,” ujar Amin.

Namun begitu, Amin mengajak seluruh pihak untuk tidak berpuas diri atas sejumlah prestasi yang berhasil direngkuh NTB. Amin menilai, perbaikan infrastruktur dan peningkatan SDM juga harus ditingkatkan, dan tidak semata-mata promosi saja.

“Kalau promosi tapi kita belum siap nanti mengecewakan wisatawan juga, makanya kita harus bersiap diri, baik fasilitas maupun SDM-nya,” terang Amin.

Menurut Amin, pariwisata juga berkontribusi bagi pertumbuhan sektor UMKM dan ekonomi kreatif di NTB, terutama di Pulau Lombok.

“Untuk semester pertama, tingkat kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 1 juta wisatawan dari tingkat kunjungan wisatawan yang ditargetkan 3,5 juta wisatawan di akhir tahun,” papar dia.

Oleh karena itu, Amin mengajak pelaku UMKM di NTB berbenah diri dengan meningkatkan kualitas produk dan juga mengedepankan kemudahan pelayanan dalam menjajakan produknya. Amin mengharapkan, para pelaku UMKM di NTB mau menggunakan layanan pembayaran non tunai dengan memanfaatkan fasilitas teknologi terkini yang disediakan industri perbankan.

“Ini hal yang urgent banyak wisatawan yang terbantu dengan layanan pembayaran non tunai karena banyak yang tidak bawa uang tunai seperti turis asing,” ungkap Amin.‎ (hnn/red)

Anda mungkin juga berminat