Pemerintah Akan Permudah Aturan Impor Garam Konsumsi

78

JAKARTA (Garudanews.id)- Pemerintah sudah memberikan lampu hijau untuk impor garam konsumsi. Aturan-aturan tentang garam konsumsi sudah sepakat akan diselaraskan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan seluruh pihak sudah sepakat agar impor garam konsumsi dipermudah. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 125/2015 akan disesuaikan dengan mengubah batas atas kadar natrium klorida (NaCl).

“Kemarin kami rapat di Kemendag untuk menyesuaian aturan dan sudah sepakat akan ada penyesuaian Permendag,” ucap Brahmantya kepada Media Indonesia, Kamis (27/7).

Adapun Permendag No 125/2015 tentang Ketentuan Impor Garam menyebut batas atas kadar NaCl untuk garam konsumsi sebesar 97%. Sementara itu, dalam Peraturan Menteri Perindustrian No 88/2014 dan Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak ada aturan tentang batas atas tersebut.

Karena aturan Permendag itu, impor garam konsumsi sulit untuk direalisasikan. Pada Februari silam, KKP sudah mengeluarin rekomendasi izin impor garam konsumsi sebesar 226 ribu ton.

Namun, PT Garam (persero) selaku BUMN yang boleh mengimpor garam konsumsi hanya bisa memasukan 75 ribu ton. Itu pun menjadi persoalan di Bareskrim Polri karena kadar NaCl-nya di atas 97%.

“Meski akan disesuaikan aturannya, impor tetap akan diawasi oleh Bea Cukai dan Bareskrim,” ucap Brahmantya.

Hari ini, kata dia, tim verifikasi data produksi di semua daerah akan kembali ke Jakarta dan melaporkan hasil temuan di lapangan. Setelah itu, pemerintah akan melakukan rapat untuk menentukan rekomendasi izin impor garam konsumsi agar harga garam segera kembali normal.

Meski demikian, Brahmantya menyebut pihaknya akan tetap berhati-hati dalam menerbitkan rekomendasi izin. Rekomendasi izin impor garam akan disesuaikan dengan perkiraan panen raya petani garam yang dinilainya terjadi pada September.

“Kita harus pahami kalau supply dan demand saat ini timpang. Jadi harus cari cara. Namun, kita tetap hati-hati dalam mengeluarkan rekomendasi jangan sampai garam masuk saat panen raya dan jumlahnya melampaui produksi petani,” imbuhnya.

(Mi/Chep)

Anda mungkin juga berminat