Komisi II DPRD Sidak Kali Bekasi Terkait Terputusnya  Aliran Air PDAM

144

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Ratusan warga Bekasi Utara mengeluhkan aliran air PDAM Tirta Patriot selama 15 hari tidak beroperasi. Muhamad warga RW 07, Kelurahan Teluk Pucung yang akan akan mencabut meter ukur aliran PDAM Tirta Patriot jika tidak ada tindakan dari pihak penyedia layanan air bersih milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

“Buat apa kita langganan jika aliran airnya nggak ada isinya hanya angin, sudah lima belas hari kita tidak menikmati aliran air bersih,” ungkap Muhamad, Selasa (26/09).

Menyikapi hal ini, komisi dua DPRD Kota Bekasi melakukan sidak ke Kali Bekasi sebagai salah satu sumber air baku PDAM Tirta Patriot. Saat melakukan kunjungan sidak ke Bendung Kali Bekasi, Komisi dua menemukan adanya pencemaran Kali Bekasi. Banyak zat yang ada di dalam air mengandung besi, dan lainya. Di sinyalir ada sebanyak 18 perusahaan yang membuang limbah ke Kali Bekasi karena tidak memiliki instalasi pengelolaan limbah ( IPAL).

“Kami meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (LH) melakukan pengecekan perusahaan tersebut. Dan menguji leboratorium air Kali Bekasi terkait adanya pencemaran,” ungkap Daryanto anggota Komisi dua DPRD Kota Bekasi saat melakukan sidak di Bendung Kali Bekasi.

Pihaknya mengakui jika aliran PDAM saat ini banyak di protes warga karena adanya persoalan di hulu dan di hilir. Persoalan pertama di hulu adanya pencemaran Kali Bekasi dan di hilir adanya pipa PDAM Tirta Patriot yang belum maksimal.

“Kita secara terbuka mengakui, masih ada aliran PDAM Tirta Patriot yang terganggu, karena air bakunya tercemar dan belum ada tindakan resmi dari Dinas LH dan Jasa tirta. Saat ini masih dalam penyidikan,” pungkasnya. (Adi)

Anda mungkin juga berminat