Santri Miliki Peran Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

64

JAKARTA (Garudanews.id) – Peran satri dalam kiprahnya memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk itu di Hari Santri Nasional yang ditetapkan setiap 22 Oktober, kembali mengingatkan sejarah tentang resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari. Bagian peristiwa penting yang menggerakan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya pada 10 Nopember 1945. Haltersebut diungkapkan salah satu Pengurus Pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Muhamad Yudistra, Jumat, (20/10).

Yudis mengungkapkan jaringan para santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan dalam menjaga kesatuan persatuan negeri ibu pertiwi. Perjuangan para kiai jelas menjadi catatan sejarah yang startegis dalam pengabdiannya untuk negeri ini, bahkan sejak kesepakatan Dahrul Islam (Daerah Islam) pada pertemuan para kiai di Banjarmasin, 1936, yang silam.

“Sepuluh tahun berdirinya Mahdlatul Ulama (NU) dan sembilan tahun sebelum kemerdekaan negeri ini, kiai- santri sudah sadar pentingnya konsep negara yang memberikan ruang bagi berbagai macam kelompok agar dapat hidup bersama.ini konsep luar biasa pemikiran para ulama2 pendahulu2 kita,” ujar Yudis, dengan semangat.

Kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya negara kesatuan republik indonesia ( NKRI ). “Para kiai dan santri selalu berada di garda depan untuk mengawal NKRI, dalam mempertahankan eksistensi Pancasila,” jelas Yudistira.

Yudis mengisahkan, pada Muktamar NU di Situbondo 1984 jelas sekali tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa NKRI sebagai bentuk final, harga mati yang tidak bisa di kompromikan.

“Hari santri ini wujud dari hak negara dan pemimpin bangsa, memberikan penghormatan kepada sejarah pesantren, sejarah perjuangan para kiai dan santri memberikan kontribusi kepada negera ini,” tandas Yudis.

Untuk itu dalam memperingati hari santri yang jatuh pada hari Sabtu, (22/10), ia mengajak kaum santri agar merapatkan barisan perkuat ukhuwah islamiyah. “Peran santri dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia ini sangat besar.  Jangan sampai kita dipecah belah oleh kelompok yang ingin menggantikan idiologi Pancasila. Karena rumusan Pancasila sudah lengkap dan mewakili semua kelompok dan golongan. Karena The Founding Fathers kita telah mencontohkan perlunya persatuan dan kesatuan umat,” pungkas Yudis. (Adi)

Anda mungkin juga berminat