Vida Bekasi Kolaborasi Ide Ciptakan Hunian Kolektif Yang Lebih Humanis

49

BEKASI (Garudanews.id) –  Vida Bekasi kembali melangsungkan festival tahunan, Vidafest 2017, dari tanggal 30 September sampai 1 Oktober 2017 di kawasan InSitu-Bumiwedari, Vida Bekasi, Jawa Barat.

Setelah tahun sebelumnya menghadirkan kolaborasi seni dan hiburan dari komunitas lokal Bekasi, tahun ini Vidafest menambahkan kolaborasi ide untuk hunian perkotaan yang diwujudkan dalam pameran dan talkshow arsitektur tentang hunian kolektif yang lebih humanis.

Direktur Vida Bekasi, Edward Kusma mengatakan, bahwa kolaborasi ide yang digagas bersama arsitek, perencanaan dan pengembang diwujudnyatakan dalam peluncuran ‘Teras Alun-alun’ sebuah kawasan hunian terbaru di Vida Bekasi. Teras Alun-alun adalah apartemen bersubsidi pertama yang dibangun dikawasan terpadu 130 hektar yang berlokasi di Narogong, Bekasi.

“Menghadirkan apartemen bersubsidi, Vida Bekasi berharap dapat berkontribusi dalam upaya solutif untuk mengatasi masalah perkotaan, khususnya hunian yang berkualitas,” kata Edward, Minggu (01/10).

Lanjut Edward, Vida Bekasi ingin selalu membawa sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk masyarakat. Seperti contohnya, fameran dan tolkshow Vidatalk yang mengajak berbagai pihak untuk saling berbagi ilmu, ide dan pandangan khususnya seputar hunian perkotaan. Acara talkshow diisi oleh pemateri diantaranya Arvi Argyantoro dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann dari SHAU, Ardzuna Sinaga dari Urban dan Hirwandi Gafar dari Bank Tabungan Negara (BTN), serta di moderasi oleh Imam B Prasodjo dan tokoh masyarakat. Dihadiri pula dari istansi Pemerintah Kota Bekasi, arsitek-arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), media, blogger, mahasiswa dan masyarakat umum.

“Tahun ini istimewa karena dengan kolaborasi ide, kami bisa terhubung dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang luar biasa, hingga Teras Alun-alun bisa diwujudkan. Dengan pameran dan talkshow, kami ingin masyarakat juga mengetahui filosofi dibalik arsitektur hunian yang kami bangun dan akan mereka tempati, dari segi pembiayaan, juga informasi tentang rencana pemerintah untuk program rumah rakyat,” terangnya.

Sementara itu, arsitek Daliana Suryawinata dari principal SHAU mengatakan, bahwa Teras Alun-alun dirancang dengan memikirkan semua aspek yang terkait dengan kebutuhan hidup penghuni apartemen.

“Hunia terjangkau yang memiliki desain yang baik memang masih sangat sedikit di Indonesia. Padahal aspek-aspek desain seperti penghawaan dan pencahayaan alami yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Dan desain yang menarik secara psikologis dapat membuat penghuni lebih bahagia dan ingin selalu pulang kerumah,” pungkasnya. (Adi)

Anda mungkin juga berminat