Wali Kota Bekasi: Anak Memiliki Tempat Yang Spesial Dalam Proses Pembangunan Manusia

49

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Bekasi mengambil tema”Saya Anak Patriot Indonesia, Saya Bangga dan Gembira”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pintu Timur Stadion Patriot Chandrabhaga Jalan Jenderal A Yani, Bekasi Selatan, dihadiri Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, para pemangku jabatan eselon dua dan tiga, camat, lurah, perwakilan dari KPAI serta siswa- siswi mulai dari tingkat TK, SD dan SMA se-Kota Bekasi, Minggu (01/10).

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, bahwa anak memiliki tempat yang spesial dan istimewa dalam proses pembangunan manusia, karena pembangunan Kota Bekasi 10 sampai dengan 15 tahun yang akan datang ditentukan kualitas anak pada hati ini.

“Oleh karenanya Pemkot Bekasi sangat memprioritaskan kepentingan tumbuh kembang anak, Kota Bekasi berpacu dan bertekad untuk memiliki sarana pendidikan yang baik, sarana pelayanan kesehatan yang selalu mengutamakan kepentingan anak,” kata Rahmat.

Selain sarana dan prasarananya, lanjut pria yang akrab disapa Pepen ini, juga akan membangun pusat pelayanan publik yang aman dan nyaman untuk semua warga masyarakat termasuk untuk anak-anak, diantaranya adalah rencana pembuatan 1000 ruang terbuka hijau yang sebagian sudah jadi, untuk bermain mengeluarkan kreativitas dalam kegembiraan anak-anak Kota Bekasi.

“Pada tanggal 22 Juli 2017 yang lalu di Pakanbaru pada Peringanatan Hari Anak Nasional, saya mewakili Pemkot Bekasi menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak Tingkat Madya Tahun 2017, penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat merupakan penghargaan atas kepedulian Kota Bekasi terhadap anak-anak” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, mulai hari ini marilah bersama-sama peduli pada anak-anak. Jaga dan ciptakan kegembiraan untuk anak-anak, ciptakan rasa kebersamaan, rasa persaudaraan, sikap saling menghargai, disiplin yang tinggi di lingkungan keluarga masing-masing sehingga anak-anak terhindar dari pengaruh pergaulan yang negatif.

“Kita kembangkan komunikasi yang kondusif dengan permainan-permainan yang membuat gembira dan menjadi kenangan serta kelak kegembiraan ini sebagai dasar karakter yang kuat dan positif,” pungkasnya. (Adi)

Anda mungkin juga berminat