Warga Harap Pemkab Bogor Fokus Bangun Jalan Alternatif Puncak

141

KABUPATEN BOGOR (Garudanews.id) – Silang karut terkait rencana pelebaran Jalan Raya Puncak yang berdampak pada pembongkaran PKL di sepanjang Jalan Raya Puncak masih terus bergulir.

Disatu sisi Pemkab Bogor ingin segera “Menggusur” PKL secara menyeluruh, di satu sisi para pedagang menolak dan menuntut di bangunnya tempat relokasi yang memadai sebelum di gusur.

Menyikapi hal tersebut, beberapa komponen masyarakat yang menamakan diri Puncak Ngahiji, membuat pertemuan yang yang mendiskusikan berbagai hal terkait masalah Puncak.

Dari mulai masalah Penataan kawasan Jalur Puncak, Tempat Relokasi, Imigran hingga maraknya Debt Collector atau Matel.

Salah satu peserta Diskusi, Azet Basuni ,mengingatkan pentingnya di bangun jalan alternatif utara dan selatan Puncak.

“Kami ingin Pemkab Bogor fokus membangun jalan Alternatif lingkar utara dan selatan yang sudah di survei Sekda beberapa bulan yang lalu. Sehingga dengan jalan tersebut bisa mengurai kendaraan agar tidak terpusat di Jalan Raya Puncak. Selain itu ekonomi masyarakat di pinggiran juga akan meningkat. Karena Puncak perlu pengembangan sebagai sebuah kota Pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu Dedi Humaidi, mengkritik pola penggusuran yang di lakukan Pemkab Bogor yang kurang Sosialisasi dalam perencanaan. “Harusnya ada komunikasi yang baik dengan para PKL terkait masalah penggusuran tersebut. Baik masalah rencana pembangunannya, waktunya hingga solusinya, sehingga tidak malah berlarut-larut seperti sekarang ini,” tandas Dedi.

Ujang Pucuk selaku penggagas diskusi mengatakan, terkait relokasi sudah banyak dilakukan sosialisasi. Namun hingga kini belum mendapat respon positif dari para pedagang.

“Sebetulnya untuk masalah relokasi pedagang yang sudah tergusur sudah di sosialisasikan sejak 3 bulan yang lalu. Kami dengan beberapa elemen pengusaha sudah membuatkan tempat relokasi di Semesta Cilember sejumlah 110 kios. Bahkan dari Pemkab Bogor berani mensubsidi untuk 3 bulan pertama. Jadi selama tiga bulan pertama pedagang gratis berjualan disana. Namun belum banyak animo pedagang yang mendaftar. Saya berharap dengan adanya pertemuan ini besok para pedagang sudah mulai mau masuk ke lokasi Relokasi,” papar Ujang, disela-sela diskusi yang di gelar di Aula Hotel Mars, Cipayung, Jumat, (27/10).

Terkait masalah maraknya debt collector yang sering melakukan perampasan kendaraan di wilayah Puncak, peserta diskusi sepakat untuk mendorong pihak berwajib yang dalam hal ini pihak kepolisian untuk lebih tegas menindaknya. (Nyto/Prl)

 

Anda mungkin juga berminat